inspirasi

Ini Isi Sambutan Presiden Jokowi di Pembukaan ASEAN Business and Investment Summit 2023

ay
Sabtu, 2 September 2023 | 08:24 WIB
Ini Isi Sambutan Presiden Jokowi di Pembukaan ASEAN Business and Investment Summit 2023 (Foto Humas Kepresidenan)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju;
Yang saya hormati Ketua Umum ASEAN Business Advisory Council, ASEAN BAC Bapak Arsjad Rasjid dan yang saya hormati seluruh anggota ASEAN BAC, para pengusaha dari kawasan ASEAN, dan negara mitra ASEAN;
Hadirin dan undangan yang berbahagia.

Sebuah pepatah Indonesia mengatakan, tetangga itu ibarat saudara dekat, lebih utama tetangga yang dekat daripada saudara yang jauh.

Saya rasa pepatah ini sangat-sangat relevan untuk ASEAN yang 56 tahun yang lalu telah mengikrarkan kekeluargaannya dengan family name ASEAN.

Sebagai keluarga, menurut saya, ASEAN ini termasuk kategori keluarga yang harmonis, masuk kategori keluarga yang kompak, dan termasuk kategori keluarga yang berprestasi.

ASEAN telah membuktikan diri sebagai kawasan yang damai, sebagai kawasan yang stabil, sebagai kawasan yang tumbuh sejahtera.

Kita lihat pertumbuhan ekonomi ASEAN di 2024 diperkirakan tertinggi di dunia mencapai 4,5 persen (year on year). ASEAN juga menjadi kawasan paling menarik bagi Foreign Direct Investment (FDI).

Di tahun 2022, 17 persen FDI masuk ke ASEAN. Ini juga tertinggi dibanding kawasan-kawasan berkembang lainnya.

ASEAN juga sedang menikmati bonus demografi dengan angkatan kerja ketiga terbesar di dunia, 65 persen populasi berpotensi nantinya menjadi kelas menengah di tahun 2030.

Ini kita harus tepuk tangan, karena ini semua adalah modal besar ASEAN untuk mencapai cita-cita menjadi epicentrum of growth.

Namun, di tengah kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja, strategi ASEAN tidak bisa juga hanya biasa-biasa saja, enggak bisa.

ASEAN butuh strategi taktis yang extraordinary, jadi strateginya bukan strategi besar, tapi strategis taktis yang extraordinary.

Butuh kolaborasi yang semakin solid, tidak bisa sendiri-sendiri.

Butuh kolaborasi yang solid, baik antarnegara, antar para pengusaha, dan juga antarmasyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini