Kabupaten Temanggung juga masuk dalam daftar kabupaten tersepi di Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas wilayah 864,83 km², jumlah penduduknya tercatat sekitar 821.120 jiwa.
Daerah yang dijuluki Kota Tembakau ini dikenal memiliki udara sejuk dan lingkungan yang nyaman.
Kombinasi suasana alam pegunungan dan biaya hidup yang relatif rendah membuat Temanggung layak dipertimbangkan sebagai tempat menikmati masa pensiun.
Rata-rata pengeluaran per kapita di Kabupaten Temanggung berada di angka Rp1.069.204 per bulan, lebih rendah dibanding banyak daerah lain di Jawa Tengah.
3. Kabupaten Blora
Blora merupakan kabupaten dengan wilayah cukup luas di Jawa Tengah, yakni sekitar 1.957,29 km², namun jumlah penduduknya hanya sekitar 914.170 jiwa. Kondisi ini menjadikan Blora masuk kategori daerah tersepi.
Kabupaten yang dikenal dengan julukan Kota Seribu Pohon Jati ini menawarkan biaya hidup yang relatif rendah dan suasana kehidupan yang tidak terlalu padat.
Hal tersebut menjadikannya salah satu opsi menarik bagi para pensiunan yang mendambakan ketenangan. Rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Blora tercatat sekitar Rp1.180.266 per bulan.
4. Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Wonosobo juga termasuk daerah dengan kepadatan penduduk rendah di Jawa Tengah. Dengan jumlah penduduk sekitar 931.140 jiwa dan luas wilayah 1.011,62 km², Wonosobo menawarkan suasana sejuk khas dataran tinggi.
Dijuluki Kota Seribu Gunung, Wonosobo dikenal memiliki panorama alam yang indah serta biaya hidup yang sangat terjangkau. Kondisi ini membuatnya ideal sebagai tempat menikmati masa pensiun dengan suasana tenang dan nyaman.
Rata-rata pengeluaran per kapita di Wonosobo bahkan tercatat hanya sekitar Rp980.047 per bulan, terendah di antara kabupaten-kabupaten dalam daftar ini.
Dengan biaya hidup yang relatif murah dan suasana yang jauh dari keramaian, keempat kabupaten tersepi di Jawa Tengah ini bisa menjadi pilihan menarik bagi pensiunan PNS yang ingin menikmati masa tua secara lebih tenang, nyaman, dan berkualitas.***