Pemandangan yang hijau dan suasana alami membuat lokasi ini sering disebut sebagai "Amazon-nya Banten".
Selama perjalanan, wisatawan juga berkesempatan melihat berbagai satwa liar seperti burung enggang, biawak, hingga aneka burung khas hutan tropis.
Baca Juga: KAKI Jatim Ingatkan Ketua KPK Jangan Ada Perlakuan Istimewa! Tindak Tegas Nusron Wahid
3. Padang Penggembalaan Cidaon
Berjarak sekitar lima menit menggunakan perahu dari Pulau Peucang, wisatawan akan menemukan Padang Penggembalaan Cidaon.
Padang savana yang luas ini merupakan habitat alami banteng jawa.
Pengunjung dapat mengamati aktivitas satwa dari menara pengamatan yang telah disediakan tanpa mengganggu kehidupan liar mereka. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari saat satwa mulai keluar mencari makan.
Baca Juga: Kuasai AutoCAD dan SketchUp? Kenza Hospitality Group Buka Lowongan Architect/Drafter
4. Pulau Handeuleum dan Hutan Mangrove
Pulau Handeuleum menawarkan panorama hutan mangrove yang masih sangat alami.
Kawasan ini menjadi titik persinggahan sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan menuju Sungai Cigenter.
Jembatan kayu yang membelah kawasan mangrove menjadi tempat favorit untuk berjalan santai sekaligus mengabadikan momen dengan latar akar-akar bakau yang unik dan eksotis.
5. Surga Snorkeling dan Diving
Selain wisata daratan, Taman Nasional Ujung Kulon juga memiliki kekayaan bawah laut yang luar biasa.
Di sekitar Pulau Peucang terdapat sejumlah spot snorkeling dan diving dengan air yang jernih, terumbu karang yang masih sehat, serta beragam ikan hias yang berwarna-warni.