nasional

Demo Hardiknas di Jakarta, BEM SI: “MBG Dikebut, Pendidikan Kalang Kabut”

Minggu, 3 Mei 2026 | 10:04 WIB
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI melakukan aksi unjuk rasa dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/5/2026). (Foto:Dok.BEM SI)

Jakarta, Idenusantara.com-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi unjuk rasa dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).

Aksi unjuk rasa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia itu berakhir ricuh.

Bentrokan fisik antara ribuan massa mahasiswa dan aparat kepolisian pecah setelah ultimatum 30 menit untuk bertemu perwakilan pemerintah tidak dipenuhi.

Baca Juga: Jurnalis Juga Buruh, Di Balik Headline Ada Tinta yang Lelah

Kronologi Kericuhan: Dari “Revolusi!” hingga Barikade Roboh

Berdasarkan pantauan Media di lokasi, situasi mulai memanas sejak pukul 17.25 WIB. Massa yang berkumpul sejak siang menuntut agar pejabat setingkat menteri atau utusan Istana menemui mereka untuk menerima 10 tuntutan Hardiknas.

Koordinator Pusat BEM SI, Bagas Maropindra, dari atas mobil komando memberikan tenggat 30 menit.

“Jika sampai pukul 17.55 WIB tidak ada yang menemui, kami anggap pemerintah tutup telinga,”tegasnya.

Hingga batas waktu berakhir, tidak ada satu pun pejabat yang hadir di lokasi. Kecewa, massa langsung memberikan aba-aba “Revolusi!” sekitar pukul 17.55 WIB dan serentak mendobrak barikade kawat besi milik kepolisian.

Baca Juga: Gema TIDAK! di Monas: Saat Pidato Presiden Prabowo Terbentur Realita Buruh May Day 2026

Berikut rangkaian kericuhan yang terjadi:


1. 17.56 WIB: Massa mulai menarik dan menendang barikade. Botol plastik air mineral beterbangan ke arah petugas.
2. 17.58 WIB: Satu sisi barikade di depan Patung Kuda roboh setelah didorong massa. Bentrokan fisik langsung terjadi.
3. 18.02 WIB: Sejumlah mahasiswa terlihat memukul tameng polisi menggunakan batang bambu yang sebelumnya dipakai untuk tiang bendera.
4. 18.05 WIB: Polisi antihuru-hara merapatkan barisan dan mendorong mundur massa. Sempat terjadi aksi saling dorong selama 5 menit.

Situasi mulai kondusif sekitar pukul 18.10 WIB setelah beberapa petugas polisi tak berseragam turun melakukan negosiasi langsung. Mereka meminta anggota Dalmas untuk “tahan, jangan terpancing”. Massa kemudian mundur teratur ke arah Stasiun Gambir.

 

Halaman:

Tags

Terkini