100 Hari Menjabat, Gubernur NTT Luncurkan Dua Program Andalan: Solusi Nyata atau Janji Politik?

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Kamis, 29 Mei 2025 | 14:58 WIB
Melki Kaka Lena hadiri acara bertajuk peluncuran program strategis di halaman Kantor Gubernur NTT, Selasa (27/5/2025). (Sumber foto: Indonesiasatu.co)
Melki Kaka Lena hadiri acara bertajuk peluncuran program strategis di halaman Kantor Gubernur NTT, Selasa (27/5/2025). (Sumber foto: Indonesiasatu.co)

Idenusantara.com -Menjelang 100 hari masa kepemimpinan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma tancap gas.

Dalam sebuah acara bertajuk peluncuran program strategis di halaman Kantor Gubernur NTT, Selasa (27/5/2025), keduanya meresmikan dua inisiatif utama yang meliputi One Village One Product (OVOP) dan Gerakan Beli Produk NTT.

Baca Juga: Gubernur Melki Dorong Penguatan Tata Kelola dan Ketahanan Air Untuk Indonesia dan Timor Leste

Langkah ini diklaim sebagai upaya konkret membangkitkan ekonomi berbasis potensi lokal. Namun, di balik gegap gempita seremoni, publik menaruh harapan sekaligus skeptisisme, mampukah program ini menjawab akar persoalan ekonomi NTT yang selama ini tertinggal?

Satu Desa, Satu Produk: Potensi atau Beban?

Melalui OVOP, setiap desa diarahkan untuk mengembangkan satu produk unggulan yang mencerminkan karakter lokal dan berdaya saing. Konsep ini bukan hal baru telah diadopsi di berbagai daerah, namun jarang yang berhasil tanpa pendampingan intensif, akses pasar, dan keberpihakan anggaran.

“Ini bukan slogan. Ini arah baru pembangunan desa berbasis kekuatan lokal,” tegas Gubernur Melki Laka Lena di hadapan ratusan undangan. 

“Kalau tiap desa punya satu produk kuat, kita tidak bicara NTT sebagai wilayah miskin lagi, tapi sebagai lumbung ekonomi rakyat,” tegasnya lagi.

Namun, tantangan di lapangan tak bisa disangkal, seperti minimnya infrastruktur, ketimpangan antarwilayah, dan lemahnya ekosistem UMKM masih jadi batu sandungan besar.

Gerakan Beli Produk NTT: Nasionalisme Ekonomi atau Retorika?

Di sisi lain, Gerakan Beli Produk NTT bertujuan membangun budaya konsumsi produk lokal sebagai bentuk nasionalisme ekonomi. Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat termasuk ASN dan pelaku usaha untuk memprioritaskan produk-produk buatan NTT.

Wakil Gubernur Johni Asadoma menyebut gerakan ini sebagai "instrumen perjuangan ekonomi rakyat." Namun pertanyaan mengemuka: tanpa jaminan kualitas, standar produksi, dan dukungan distribusi, apakah pasar akan benar-benar tertarik?

Digitalisasi Pemerintahan: KKPD Resmi Diterapkan

Dalam rangkaian acara yang sama, Pemerintah Provinsi NTT juga meresmikan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagai bagian dari digitalisasi tata kelola keuangan. Langkah ini dinilai sebagai wujud komitmen terhadap transparansi dan efisiensi belanja pemerintah, sejalan dengan arahan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X