Idenusantara.com-Ribuan mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam Cipayung Plus, BEM, OKP, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan menggelar aksi demo damai di depan Kantor DPRD Provinsi NTT, pada Senin (1/9/2025) siang.
Aksi ini menyuarakan berbagai aspirasi strategis, mulai dari isu nasional terkait tunjangan DPR pusat yang berkembang akhir-akhir ini, isu demokrasi, kasus hukum, maupuan isu lokal seperti proyek geotermal, hingga persoalan perdagangan orang (TPPO).
Baca Juga: Jurnalis Dibungkam: Kekerasan dan Intervensi Warnai Aksi 25–30 Agustus 2025
Menariknya, aksi damai kali ini tidak hanya diwarnai dengan orasi mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga menghadirkan momen ketika jajaran pemerintah provinsi turun langsung berhadapan muka dengan demonstran.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma dan Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni, pimpinan fraksi, anggota DPRD, serta seluruh jajaran Forkopimda, meninggalkan ruang kantor dan berdiri sejajar di hadapan massa.
Setelah kurang lebih dua jam mendengarkan aspirasi dan orasi demonstran, dialog pun terjadi di tengah masa aksi.
Baca Juga: Gelombang Kritikan Publik Memuncak, Nasdem Copot Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi DPR
Momen ini menjadi simbol kuat bahwa aspirasi masyarakat tidak hanya didengar dari kejauhan, tetapi diterima langsung oleh tangan-tangan pemimpin daerah, dengan tatapan mata yang sama, tanpa jarak, tanpa sekat.
Dalam pernyataannya di hadapan massa, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas aksi yang berlangsung damai, tertib, dan penuh persaudaraan. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi berdiri di sisi rakyat, bukan berseberangan.
“Semua aspirasi yang telah disampaikan akan kita kawal bersama DPRD. Ada 11 tuntutan massa aksi yang sudah dirumuskan. Sebagiannya menjadi kewenangan pemerintah pusat, dan sebagian lainnya dapat ditangani langsung oleh pemerintah provinsi. Komitmen kami adalah meneruskan, mengawal, dan memastikan aspirasi ini tidak berhenti di sini, tetapi sampai ke meja pembahasan nasional,” tegasnya.
Baca Juga: Ruteng Bakal Ramai! Wahana Anak dan Produk Lokal Jadi Daya Tarik Pameran Andika Wahana
Sejumlah isu penting turut mendapat perhatian pemerintah dalam dialog terbuka bersama massa aksi.
Gubernur Melki menekankan bahwa suara mahasiswa dan masyarakat adalah bagian penting dari demokrasi. Ia meminta agar aspirasi yang murni tetap dijaga dari potensi penyusupan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Ini bukan yang pertama atau yang terakhir. Kita semua boleh berdemonstrasi sekeras-kerasnya, tetapi harus tetap damai dan jangan rusuh. Pemerintah membuka ruang dialog dan siap menerima aksi damai berikutnya selama dijalankan dengan tertib,” ujarnya.