Kasus Gigitan Anjing Liar di Langke Rembong, Dinkes Manggarai Pastikan Ketersediaan VAR dan SAR

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 22:59 WIB
Kadis Kesehatan, Jefrin Haryanto bersama Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu mengunjungi secara langsung korban gigitan anjingbkiar di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong
Kadis Kesehatan, Jefrin Haryanto bersama Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu mengunjungi secara langsung korban gigitan anjingbkiar di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong

Ruteng, Idenusantara.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai kembali menunjukkan respons cepat tanggap terhadap kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR).

Dinkes menerima laporan tiga kasus gigitan anjing liar yang tersebar di wilayah Kecamatan Langke Rembong, tepatnya di Kelurahan Karot, Mbaumuku, dan Tadong, pada Rabu (8/10/2025).

Menanggapi lonjakan laporan ini, Kepala Dinkes Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, menegaskan bahwa penanganan setiap kasus gigitan adalah prioritas tertinggi.

“Kami telah menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk siaga penuh. Tidak ada ruang untuk menunda ketika nyawa warga bisa terancam. VAR dan SAR harus segera diberikan sesuai standar penanganan,” tegas Jefrin ketika dihubungi media ini, Rabu (08/10/2025).

Respons Cepat dan Penanganan Kategori Risiko

Tiga korban gigitan telah segera mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Menurut laporan dari Kepala Puskesmas Kota, Irma Baung, dua korban dewasa, Alfons A. Pesau (43 tahun) dari Karot dan Febrianus Korena (18 tahun) dari Mbaumuku, telah menerima Vaksin Anti Rabies (VAR) di Puskesmas Kota.

Sementara itu, korban anak, Candida P. Cuwi (6 tahun) asal Tadong, yang berdasarkan hasil triase masuk kategori gigitan risiko tinggi, memerlukan penanganan yang lebih intensif.

Candida telah menerima VAR di RSUD Ben Mboi Ruteng dan dijadwalkan menerima Serum Anti Rabies (SAR) di Puskesmas Kota.

Tindakan cepat ini sangat krusial untuk mencegah perkembangan virus rabies, terutama pada gigitan berisiko tinggi.

Dinkes Mendesak Masyarakat untuk Bertindak Proaktif

Dinkes Manggarai memastikan stok VAR dan SAR aman untuk menanggulangi kasus-kasus yang terjadi.

Selaras dengan semangat Peluk Sehat (Pelayanan Untuk Kesehatan), Dinkes berkomitmen untuk melindungi warga dari ancaman rabies melalui respons cepat, koordinasi lintas sektor, dan edukasi berkelanjutan.

Dalam upaya berkelanjutan untuk mencegah meluasnya kasus rabies, Dinas Kesehatan Manggarai mendesak masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan proaktif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dionisius Upartus Agat

Rekomendasi

Terkini

X