Akibat Kelangkaan BBM di Manggarai Timur NTT, Pertalite Dijual Hingga Rp 50.000 Per Liter

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Rabu, 26 November 2025 | 16:31 WIB
Antrian panjang di Pertamina Borong kabupaten Manggarai Timur
Antrian panjang di Pertamina Borong kabupaten Manggarai Timur

 


Idenusantara.com-Antrian panjang kembali terjadi akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Manggarai Timur, NTT, hal ini terpantau sejak Selasa (25/11/2025). Kelangkaan ini berakibat dengan melonjaknya harga BBM Pertalite eceran dalam botol air mineral ukuran 1 liter naik dari sebelumnya yang dijual seharga Rp 25.000 tapi kini naik hingga Rp 50.000.

Selain dari harga yang naik, muncul pula dampak lainnya yaitu warga yang kian kesulitan mendapatkan BBM karena ketiadaan stok di sejumlah SPBU di Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur.

Baca Juga: Hadir di Panggung Nasional, Manggarai Timur Perkenalkan Expo Pendidikan Literasi

"Siang tadi harga Pertalite eceran yang dijual pakai botol air satu liter itu harganya Rp 50.000 Kemarin masih Rp 25.000. Itu juga dapatnya susah," ungkap Luiz Jersy, warga Manggarai Timur pada Rabu (26/11/2025).

Ia menerangkan bahwa akibat dari krisis BBM itu aktivitas warga terbatas bahkan terancam lumpuh dan juga niat dari dirinya untuk mendukung langsung tim kebanggannya yakni Persematim pada ajang ETMC kali ini pupus di tengah jalan.

"Mau keluar rumah untuk beraktivitas, BBM kosong. Biasanya jual banyak, hari ini tidak ada. Sengsara dan kecewa betul.Saya yang awalnya punya rencana mau pergi ke Ende untuk mendukung Persematim pun gagal total," terangnya.

Baca Juga: Ditengah Keterbatasan, Peringatan Hari Guru Nasional di SDI Compang Ngeles Berlangsung Meriah

Ia mengatakan bahwa warga saat ini sangat bingung dengan kondisi langka atau krisis BBM di daerah itu yang sering terjadi setiap tahunnya. Sebab, kondisi serupa juga pernah terjadi beberapa bulan lalu.

"Bingung juga entah apa alasannya. Apakah memang BBM di depot Pertamina tidak ada atau apa kendalanya. Masyarakat selalu dirugikan," ungkapnya.

Luiz Jersy pun meminta kepada pemerintah secara khusus untuk Presiden Prabowo dan Menteri ESDM agar segera menemukan solusinya dan mengevaluasi pihak Pertamina terkait pendistribusian BBM di daerah 3T, terutama di provinsi NTT.

"Cukup sudah kami masyarakat yang selalu jadi korban setiap tahun begini terus. Ini kebutuhan pokok masyarakat. Harusnya dievaluasi kendalanya apa dan di mana.Tanpa BBM, roda perekonomian warga ikut merugi." pungkasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X