Wagub Johni Asadoma Serahkan 250 Paket Sembako ke Kampung Redong, Kabupaten Manggarai

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 09:21 WIB
Wagub Johni Asadoma saat menyerahkan sembako kepada Warga Redong di Kabupaten Manggarai
Wagub Johni Asadoma saat menyerahkan sembako kepada Warga Redong di Kabupaten Manggarai

 


Idenusantara.com-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menyerahkan 250 paket sembako kepada masyarakat Kampung Redong, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (05/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke Manggarai dan Manggarai Barat, Wagub Johni diterima dengan upacara Caca Selek di dalam rumah adat Kampung Redong oleh tokoh adat Kampung Redong, Petrus Pamput.

Dalam sambutannya, Wagub Johni mengharapkan dukungan warga Kampung Redong terhadap kepemimpinan mereka.

“Kepemimpinan Melki Johni ini diharapkan memberikan dampak yang positif di dalam membawa NTT lebih maju, lebih sejahtera, lebih sehat, lebih cerdas, lebih adil. Kalau tidak bisa membawa masyarakat ke arah tersebut, masyarakat akan mengatakan kami gagal. Karena itu, perjalanan ini perlu didukung oleh seluruh keluarga besar yang ada di Redong ini, sehingga Tuhan akan memudahkan tugas-tugas kami sehingga kami dapat mencapai hasil positif di dalam melaksanakan tugas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur,” ungkap Wagub Johni membuka sambutan.

Baca Juga: Dari OVOP sampai MBG : Arahan Wakil Gubernur Johni Asadoma di Kantor Bupati Manggarai

“Sekali lagi, doa-doa dari seluruh keluarga besar ini sangat kami harapkan agar kami mendapatkan perlindungan, tuntunan dan bimbingan dari Tuhan. Kepada keluarga besar yang ada di sini juga, kami mengharapkan dukungan terhadap kepemimpinan Melk-Johni,” harap Wagub Johni.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Johni juga mengharapkan agar warga Kampung Redong juga mengambil bagian dalam sejumlah program strategis pemerintah pusat dan daerah.

“Ada makan bergizi gratis. MBG ini membutuhkan bahan baku makanan yang cukup banyak, baik itu beras, sayur mayur, cabai, tomat, bawang, dan sebagainya. Di Ruteng saja, ada belasan dapur yang akan dibangun. Dapur ini melayani anak-anak sekolah kita supaya mereka dapat makanan tambahan selama sekolah. Dapur ini bertujuan untuk memberikan gizi tambahan kepada anak-anak kita sehingga anak-anak kita ini akan lebih sehat. Dengan sehat, otaknya lebih cerdas. Sehingga ke depan mereka akan menjadi anak-anak Indonesia yang unggul, yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain, membawa bangsa ini maju ke depan,” ujar Wagub Johni.

Baca Juga: Pantau Pelaksanaan Program Strategis Nasional di Daerah, Wakil Gubernur Johni Asadoma Kunjungi Dua SPPG di Manggarai

Wagub Johni mengharapkan, kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh masyarakat.

“Inilah kesempatan kita untuk memanfaatkan tanah-tanah kosong kita. Jangan biarkan kosong. Tanam sayur-mayur, pelihara ayam. Penjualannya akan bisa langsung diterima oleh dapur-dapur,” ungkap Wagub Johni.

“Pemerintah Provinsi NTT sendiri memiliki program satu desa satu produk, atau satu komunitas satu produk. Di Redong ini, satu komunitas, bisa mempunyai jaringan lebih luas dari desa. Kita bisa lihat potensinya apa, kalau pertanian, maka kita harus menggarap pertanian lebih modern. Lebih modern sehingga hasil panennya itu akan lebih banyak. Ini bisa kita jual, baik ke Koperasi Merah Putih maupun langsung ke dapur-dapur MBG. Pemerintah juga akan menyelesaikan pendidikan dengan membangun Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak tidak mampu,” tambah Wagub Johni.

Menurutnya, program pemerintah pusat dan provinsi bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, agar kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Saya juga berharap semua orang tua memperhatikan anak-anak, menyekolahkan mereka dengan baik. Semua anak harus sekolah. Dengan sekolah, kita bisa menyiapkan anak-anak menjadi manusia-manusia hebat di masa mendatang. Di samping sekolah, kita juga memberikan mereka kehidupan yang layak, makanan yang bergizi di rumah. Jangan ada anak stunting di Redong. Uang digunakan untuk beli daging, telur, ikan. Tidak ada uang, jangan makan sirih pinang. Uangnya pakai beli telur, beli sayur untuk anak. Orang tua berkorban untuk anak,” ujar Wagub Johni di hadapan warga yang memadati rumah adat Kampung Redong.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X