NTT - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Agustus 2024 tercatat sebesar 3,02 persen, turun 0,12 persen poin dibandingkan Agustus 2023. Data tersebut dirilis berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, mengatakan penurunan TPT ini mencerminkan membaiknya kondisi ketenagakerjaan di NTT. Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2024 tercatat sebanyak 3,12 juta orang, meningkat 0,13 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan TPT ini menunjukkan adanya perbaikan di sektor ketenagakerjaan, terutama dengan naiknya jumlah angkatan kerja dan pekerja. Kita juga melihat peningkatan partisipasi dalam pekerjaan formal,” ujar Matamira, Jumat (22/11/2024).
Salah satu sektor yang mencatatkan peningkatan signifikan adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yang menyerap tenaga kerja sebanyak 0,09 juta orang. Sementara itu, pekerja formal tercatat sebanyak 0,81 juta orang atau 26,68 persen dari total pekerja, naik 1,19 persen poin dibandingkan Agustus 2023.
“Kenaikan jumlah pekerja formal menjadi indikator positif. Ini menandakan peningkatan kualitas pekerjaan yang tersedia,” kata Matamira.
Meski demikian, Matamira juga mencatat adanya kenaikan persentase setengah pengangguran sebesar 4,17 persen poin. Di sisi lain, pekerja paruh waktu turun sebesar 1,63 persen poin.
“Fenomena ini perlu menjadi perhatian bersama. Meski tingkat pengangguran menurun, kualitas pekerjaan masih perlu ditingkatkan untuk mengurangi setengah pengangguran dan mendorong pekerjaan penuh waktu,” ujarnya.
BPS NTT berharap tren positif ini dapat terus berlanjut melalui dukungan program pemerintah di sektor ketenagakerjaan, terutama untuk mendorong peluang kerja di sektor formal dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.***