Ende - Diduga bantuan Kapal Fiber 25 Unit untuk para Nelayan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur Mubazir atau tidak di memfaatkan. Kapal Senilai Rp. 6,4 miliar itu merupakan bantuan dari Kementrian Sosial untuk para Nelayan di Kabupaten Ende pada 2022 lalu.
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini menyerahkan bantuan 25 unit Kapal Fiber 5 GT Penangkap Ikan kepada 25 Kelompok Nelayan di Kabupaten Ende, pada, Selasa (28/2/22) sebagai ungkapan rasa simpati kepada nelayan di Ende, saat menghadiri upacara peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni 2022, bersama Presiden RI Joko Widodo.
Diketahui, Kementrian Sosial RI memberikan bantuan kapal supaya dapat meningkatkan kesejahteraan hidup bagi para nelayan di Ende.
Hasil pantauan media ini dilokasi pada Sabtu (25/1/25) bahwa kapal bantuan dari kementerian sosial dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup parah nelayan kini mubazir dan tidak dimanfaatkan lagi.
Salah satu Nelayan Ende yang berinisial JS (42) kepada media ini Sabtu (25/1/25) menyampaikan, kapal bantuan dari kementerian sosial tersebut tidak sempat dioperasi, mubazir dan geletak dipinggir pantai begitu saja. Ada apa?
"Itu berjumlah 25 Unit, dan anggaran sangat besar. Tapi kami sebagai nelayan tidak sempat menikmati sesuai dengan harapan menteri sosial Ibu Tri Rismaharini" Ungkapnya.
Lanjut dia, bantuan ini waktu bersamaan dengan memperingati hari pancasil 1 Juni 2022 dengan kedatangan mantan Presiden RI, Bapak.Joko Widodo. Dan pada saat itu masa kepemimpinan Bupati Djafar Ahmad.
"Terkait dengan bantuan kapal ini, ada hal yang tidak beres dan perlu untuk ditelusuri lebih lanjut. Diduga ada korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang bertanggungjawab saat itu" Sambangnya.
Kami sebagai masyarakat nelayan berharap kepada APH dan juga para media untuk tetap telusuri dan tetap kawal terkait dengan program kapal nelayan dari komsos untuk bisa membongkar semuanya.
"Karena kami menduga ada hal-hal yang tidak beres dalam program ini. Dan tentunya ini perlu dipertanggungjawabkan dari pemerintah yang menjabat saat itu. Ini anggaran besar dan uang negara harus perlu dipertanggungjawabkan. Jangan diam" Tutupnya dengan rasa kesalan.