daerah

Gubernur Melki Laka Lena Optimis Program MENTARI Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi NTT

Sabtu, 15 Maret 2025 | 07:25 WIB
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (Foto:Docpri. @melkilakalena)

Idenusantara.com-Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi program MENTARI (Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia) bagi masyarakat rentan. Pemerintah berkomitmen untuk memanfaatkan energi baru terbarukan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTT dan mengembangkan produk hilirisasi non tambang.

“Kita memastikan agar transisi energi yang ada ini bisa berjalan cepat, berkeadilan, berkelanjutan, dan memberikan manfaatnya bagi masyarakat. Saya sudah bilang dengan pak Jet nanti kita juga coba di Flores, Timor, dan juga kabupaten di NTT,” ungkap Melki Laka Lena dalam sambutannya pada acara sharing session dan Konsultasi Publik Rancangan RUED NTT, di Hotel Harper Kupang, pada Selasa (11/3/2024).

Baca Juga: Peringkat Universitas Versi EduRank 2025 : Undana Meroket ke Peringkat 70 Nasional

Melki Laka Lena mengatakan daerah-daerah yang ada di NTT memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi baru terbarukan. Pemanfaatan energi baru terbarukan dikatakan sesuai dengan amanat UU tahun 1945 pasal 33 tentang sumber daya alam yang dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

“NTT memiliki sumber energi terbarukan yang luar biasa dari panas bumi, tenaga angin, energi surya, tenaga air, arus laut, hingga biomasa. Semua itu merupakan peluang besar bagi kita dalam mendorong transisi energi yang berkeadilan dan brkelanjutan,” ucap Melki Laka Lena.

Baca Juga: Dari NTT ke Tingkat Nasional, Mahasiswa Undana Terpilih dalam Program Pemberdayaan Pemuda UN Women Indonesia

Pemanfaatan Energi Baru Terbaru NTT baru mencapai 35,67 Megawatt atau 0,15 persen dari total potensi energi sebesar 23.812,5 MW. Program MENTARI saat ini telah dikembangkan pada wilayah Sumba Tengah yang mengaliri 238 rumah dan fasilitas publik.

Program MENTARI juga memberdayakan perempuan melalui program kepemimpinan dan masyarakat rentan di pulau Sumba dalam penggunaan energi produktif. Sebanyak 42 lokasi mendapatkan pelatihan penyusunan studi kelayakan yang inklusif, pelatihan operator, asisten badan hukum BUM Desa.

Tags

Terkini