daerah

Geliat Melki-Johni Menjelang 100 Hari Kerja: Ada Kabar Gembira Gubernur NTT Melki Laka Lena Akan Hapus Pajak Kendaraan Bermotor

Senin, 12 Mei 2025 | 20:13 WIB
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan hasil kerja dan rancangan kerja yang dibalut dalam kegiatan Coffee Morning dan Media Gathering (Foto:Biro Adminstrasi Setda Prov. NTT)

Idenusantara.com-Gubernur dan wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johny Asadoma telah menjalani kepemimpinan hampir memasuki 100 hari kerja.

Menjelang 100 hari kerja dua pemimpin provinsi NTT ini menjadi diskusi hangat di kalangan masyarakat.Kerja diam dan gesit ala Melki -Johny membuat semua masyarakat penasaran. Sudah terasa apa yang dilakukan Melki-Johny di berbagi sektor telah dibenahi yakni pada sektor pertanian , kesehatan dan berbagai program lainnya.

Baca Juga: NTT Darurat Kekerasan Seksual Gubernur Melki: Jangan Pernah Lelah Memerangi Kasus Ini

Walau belum genap seratus hari kepemimpinannya tapi masyarakat tentunya perlu mengetahui apa yang sudah dan akan dilakukan.Oleh karnanya Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan hasil kerja dan rancangan kerja yang dibalut dalam kegiatan Coffee Morning dan Media Gathering bertema “Kolaborasi Membangun NTT: Media sebagai Mitra Pembangunan Menyatukan Narasi dalam Semangat Ayo Bangun NTT”, yang digelar pada Sabtu (10/5/2025) lalu.

Pada kegiatan ini terungkap ada banyak rancangan kerja yang menjadi target kedepan khusus pertanian, komoditi padi dan jagung yang menjadi andalan utama dalam strategi ketahanan pangan di NTT.

Baca Juga: Gubernur Ajak Para Jurnalis Kolaborasi Dukung Program Pembangunan di NTT

Berdasarkan data BPS tahun 2024, luas panen padi tercatat mencapai 168.727 hektare, dengan produksi gabah kering giling sebesar 707.793 ton atau setara 414.576 ton beras. Namun, NTT masih mengalami defisit sekitar 239.224 ton beras dari kebutuhan tahunan sebesar 653.800 ton.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Gubernur Melki menjelaskan sejumlah strategi pencapaian swasembada beras seperti:

Baca Juga: Dukung Kemajuan Pendidikan Dinas PPO Manggarai Timur Buka Peluang Beasiswa ADIK 2025, Kuliah D3, D4-S1 Gratis

Intensifikasi

Meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua atau tiga kali tanam per tahun. Hal ini didukung oleh perbaikan jaringan irigasi sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2025, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), penggunaan benih unggul, serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian.

Ekstensifikasi

Melalui perluasan areal tanam seperti cetak sawah rakyat dan pemanfaatan lahan kering atau tumpangsari dengan komoditas perkebunan.

Diversifikasi

Halaman:

Tags

Terkini