daerah

Kisah Pilu Anastasia Lija, 35 Tahun Menderita Penyakit Gondok dan Tetap Bekerja di Kebun Demi Kebutuhan Hidup Keluarga dan Berharap Sembuh

Selasa, 27 Mei 2025 | 11:49 WIB
Anastasia Lija (73) Penderita Gondok yang rindukan kesembuhan (Foto:Jhi Serlenso-Idenusantara.com)

 

 

Idenusantara.com-Sungguh miris dan hebat perjuangan Anastasia Lija. Walau di usia yang terbilang senja dan di tengah upaya melawan penyakit gondok yang dideritanya, Mama Anastasia tetap tabah dalam keadaan.Tinggal di rumah yang sederhana berukuran 6×7 m² dimana keadaan rumah kecilnya saat ini terlihat sudah termakan usia, berdinding bambu, berlantai tanah dan seng yang mulai usang.Akibat rumah yang telah termakan usia kadang kalau hujan air hujan masuk lewat celah dari atap dan jug dinding yang kelihatan lapuk termakan rayap dan usia.

Wanita yang kini berusia 73 tahun ini tak lelah bekerja memenuhi kebutuhan hidup dan anak-anaknya. Anastasia Lija berasal dari Kampung Lando, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Lusuhnya Merah Putih di TRK Wae Lawas: Nyaringnya Janji, Sepi Realisasi

Ia sudah menderita penyakit gondok selama 35 tahun. Selama itu pula Anastasia Lija tak kenal lelah bekerja menghidupi keluarga dan anak-anaknya.

“Saya terus berjuang dengan penyakit gondok di bagian leher yang terus membesar.Saya menahan rasa sakit di bagian tenggorokan, kesulitan bernapas, susah menelan makanan dan minuman.Tetapi saya tetap bekerja di kebun ladang demi memenuhi kebutuhan makan minum keluarga serta anak-anak saya,” ujarnya pada, Senin (26/5/2025).

Rumah sederhana milik Anastasia Lija

Puncak Rasa Sakit Yang Anastasia Lija Alami

Anastasia Lija pun mengisahkan kehidupannya hingga ia menderita penyakit gondok.Sejak gadis sampai saat menikah dengan suaminya, ia tidak pernah mengalami sakit di lehernya dan waktu itu keadaanya biasa -biasa saja.Anastasia pun merasa baik-baik saja sejak melahirkan anak sulung hingga anak kedua. Tak ada keluhan di leher atau tenggorokan. Namun keadaan mulai berubah pada tahun 1980. Anastasia Lija mulai mengeluh sakit yang dirasakan di lehernya sebelum melahirkan putra bungsunya tersebut.

Puncak rasa sakit terjadi saat putranya berusia satu tahun. Kala itu Anastasia Lija menjerit karena rasa sakit di tenggorokan. Ia merasa seperti ada biji kacang di tenggorokan. Lama kelamaan biji itu semakin berkembang dan Anastasia Lija tidak pernah mengetahui itu adalah awal penyakit gondok.

Baca Juga: Wujudkan Asistensi Pelayanan Kesehatan Polres Manggarai Timur Bantu Oktavianus Gevariel di Toka Borong

“Tahun berganti tahun kondisinya semakin besar. Kalau saya batuk dan mengeluarkan dahak, terkadang rasanya lega.Saya sesekali memegang bagian leher dan elus -elus dengan tangan. Sepertinya, saya merasakan seperti ada dahak atau air yg tertimbun dalam tenggorokan itu." tutur Anastasia.

Dalam Enam tahun terakhir, Anastasia Lija merasa tenggorokannya sangat sakit seiring gondok yang kian besar. Ini membuat ia susah menelan makanan atau minum air, bahkan terkadang mengalami sesak napas.

"Terasa gondok agak keras jika dipegang, bahkan bila berbicara suaranya serak,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini