Meski demikian Anastasia Lija harus terus menjalani kerasnya hidup ini, apalagi kini berstatus single parent alias orangtua tunggal.
Ia tetap bekerja keras di kebun demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Walaupun leher saya membesar dan merasa sakit, saya tetap bekerja di kebun ladang demi kebutuhan makan minum tiap hari. Saat ini juga kondisi semakin sakit,” terangnya.
Baca Juga: Putri Manggarai Wakili NTT di Ajang Nasional: Harumkan Nama Daerah di Panggung Pariwisata Indonesia
Berharap Bisa Operasi Agar Sembuh
Anastasia Lija mengharapkan keterlibatan semua pihak dan orang baik untuk meringankan penderitaannya yang sudah dialaminya selama 35 tahun.Dia meminta uluran tangan semua orang baik terutama pemerintah untuk membantu mengobati penyakitnya.
“Jujur.Saya tidak memiliki biaya untuk berobat, apalagi ada kemungkinan operasi.Memang saya sudah pernah periksa di puskesmas Elar belasan tahun lalu.Pihak Puskesmas kala itu memberikan obat dan menganjurkan operasi di salah satu rumah sakit di Kupang dan Bali,” jelasnya.
Baca Juga: Sempat Dikeluhkan Warga, PT Akas Mulai Perbaiki Jalan Rusak Labuan Bajo-Kota Ruteng
Apabila ada kesempatan, Anastasia Lija sangat mengharapkan bantuan semua pihak guna meringankan biaya perjalanan dari kampungnya menuju ke Kupang ataupun ke Bali untuk menjalani operasi serta biaya makan minum selama di Kota bersama anggota keluarga yang mendampinginya.
“Apabila ada kesempatan, Saya terus berdoa, semoga upaya untuk melakukan operasi nantinya di salah satu rumah sakit di Kota Kupang ataupun Bali bisa berjalan lancar dan pada saatnya saya akan sembuh,” harapnya.