daerah

Klarifikasi Pemberitaan Media Obortimur.com, Penerima Kuasa YPTTK Dorong Upaya Dialog

Senin, 9 Juni 2025 | 23:48 WIB
Penerima Kuasa YPTTK, Kanisius Teobaldus Deki

Ruteng, Idenusantara.com - Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Karya (YPTTK) Ruteng melalui penerima kuasa, Kanisius Teobaldus Deki mendorong upaya dialog dengan media Obortimur.com menyusul pemberitaan yang dinilai tidak objektif.

Kanisius yang akrab disapa Nik Deki ini merasa keberatan dengan pemberitaan yang dinilai cenderung menyudutkan dan merugikan nama baik pribadi serta institusi yang ia wakili.

Ia meminta adanya pertemuan langsung dengan pihak media untuk mengklarifikasi dan mendapatkan penjelasan dari isi serta judul berita yang telah diterbitkan.

"Hal yang sangat disayangkan. Kita harus bijak menyelesaikan persoalan. Kita upayakan bertemu dan dialog untuk mendapatkan solusi terbaik," jelas Nik Deki dalam klarifikasi yang dikirimkan ke media ini melalui pesan WhatsApp pada Senin (9/6/2025).

Permasalahan ini bermula dari sengketa antara YPTTK dengan seorang dosen bernama Lucius Moa, yang mengklaim dirinya diberhentikan secara sepihak oleh Yayasan.

Dalam proses penyelesaian, Nik Deki mengaku menerima surat kuasa resmi untuk mewakili Yayasan.

Syarat kuasa tersebut dinilai sebagai legal standing kehadirannya dalam upaya penyelesaian Bipartit dan Tripartit yang telah berjalan dan difasilitasi oleh Disnaker Kabupaten Manggarai.

"Saya membuat klarifikasi atas pemberitaan yang cenderung menyudutkan Yayasan dan kampus. Sayangnya beberapa klarifikasi kami tidak dimuat utuh oleh media yang kami klarifikasi beritanya," lanjutnya.

Nik Deki, yang telah menerima surat kuasa resmi dari Yayasan untuk mewakili dalam kasus ini, merasa klarifikasinya tidak dimuat utuh dalam pemberitaan yang disampaikan oleh media Obortimur.com.

Menurut Nik Deki, asas perimbangan dan tidak memihak dalam berita sangat perlu. Kebenaran yang objektiflah yang dihadirkan dalam berita, bukan opini.

“Saya menilai berita yang ditulis media, khususnya obortimur.com cenderung memihak. Saya sering membangun komunikasi dengan wartawan media ini dan bahkan mengoreksi berita yang keliru. Misalnya, berita bertanggal 4 Juni 2025 menulis bahwa saya mengklaim diri sebagai pihak yang bertanggung jawab. Saya koreksi dan minta kepada wartawannya untuk mengganti diksi klaim itu. Sebab saya bicara karena ada surat kuasa. Wartawan lalu mengganti redaksi kalimatnya”, ungkapnya.

Judul yang Provokatif dan Bantah Tuduhan 'Mengancam'

Tidak hanya dinilai memihak, Nik Deki juga merasa terusik dengan dua berita yang dimuat media Obortimur.com edisi Senin, 9 Juni 2025 berjudul “Bongkar Kebohongan Nik Deki! Fakta Tersembunyi Sengketa Dosen STIE Karya Ruteng” dan "Nik Deki Diduga Ancam Wartawan Obortimur Usai Berita Sengketa Dosen STIE Karya Ruteng Diterbitkan"

Dirinya dengan tegas membantah dan merasa klaim kebohongan dan ancaman yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut merupakan tuduhan yang tidak berdasar.

Halaman:

Tags

Terkini