Idenusantara.com-Digelar rapat terkait jawaban pemerintah atas pandangan umum Fraksi- fraksi DPRD Manggarai Timur terhadap nota keuangan Atas Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA.2024 Pada Massa Sidang III tahun 2025 yang dilaksanakan pada Selasa (17/6/2025).
Pada rapat tersebut, di depan Andreas Agas Bupati Manggarai Timur, Rikard Persly sebagai Anggota DPRD Matim dari Fraksi Golkar mendesak pemerintah daerah (Pemda) Manggarai Timur untuk serius memperhatikan beberapa persoalan penting di Manggarai Timur.
Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara Ke-79, Polisi Bagikan Makan Siang Gratis Bagi Pengendara di Labuan Bajo
Rikard Pesly juga mendesak Pemda Manggarai Timur agar serius memperhatikan dua persoalan krusial di Matim khususnya di Kecamatan Elar yang dimana hal ini menyangkut persoalan yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
Pertama Rikard Persly mendesak Pemda Matim serius perhatikan terkait penertiban aset tanah pemda salah satunya di kecamatan Elar.
"Dua tahun berlangsung proses adminstrasi di kelurahan Tiwu Kondo tidak berjalan karna kantor kelurahannya disegel. Ini menjadi perhatian serius pemerintah khususnya bidang tehnis untuk bagaimana menegakan hasil keputusan kasasi Mahkamah Agung (MA) dengan nomor registrasi kasasi MA 1439 K/PDT/1998 tanggal 10 Maret 1999," ungkapnya.
Baca Juga: Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik, PLN Bersama Jurnalis Manggarai Site Visit ke PLTP Ulumbu
"Ada jawaban pemerintah tadi terkait penertiban aset menyangkut progres aset tanah pemda.Saya sepakat dengan pemerintah mengambil langkah strategis. Langkah strategisnya harus kongkrit, pemerintah harus melakukan sosialisasi terkait keputusan kasasi Mahkamah Agung (MA) karna ini sudah final dan mengikat. Tidak ada penuntun lagi untuk memproses sengketa perkara yang sama.itu terkait tanah pemda di kecamatan Elar," tandas Rikard Persly.
Kedua Ia juga mendesak Pemda Matim agar segera mengatasi secara serius terkait persoalan air minum bersih (AMB) di desa Lengko Namut.
"Saya mengapresiasi dengan pemerintah bagaimana menargetkan 80 persen sambungan rumah dan mungkin air minum bersih (AMB) di desa Lengko Namut itu menjadi salah satu faktor untuk menunjang penambahan 80 persen sambungan rumah. Air minum ini mengcover lima desa Pa Bupati, dibangun tahun 2023 sampai saat sekarang tidak memberikan asas manfaat di beberapa desa. Saya berharap supaya jangan APH masuk kita rapikan didalam. Optimalkan APIP untuk lakukan audit. Ini menjadi diagnosa awal kira-kira temuannya dimana secara tehnis, mana yang mau diperbaiki apakah kesalahan perencanaan menyangkut debit air bisa ditambahkan debit air, karna air ini target sampai desa Compang Soba," tegasnya.