daerah

Dedikasi Relawan MBG di Manggarai, Merajut Masa Depan Emas Melalui Gotong Royong dan Gerakan Ekonomi Lokal

Kamis, 7 Agustus 2025 | 21:13 WIB

"Distribusi ini membutuhkan koordinasi yang cermat dan tenaga yang andal. Di sinilah peran relawan menjadi sangat penting, karena mereka bekerja langsung di dapur dan lapangan," jelas Ansgariana Yetri, Koordinator MBG Wilayah Manggarai.

Pengabdian dan Semangat Gotong Royong

Dampak MBG juga terasa kuat dalam menumbuhkan kembali semangat gotong royong. Program ini telah menjelma menjadi gerakan sosial yang melibatkan banyak pihak.

Warga desa ikut terlibat, mulai dari menyumbangkan bahan makanan, menyediakan air bersih, hingga membantu langsung di dapur umum. Beberapa desa bahkan mengalokasikan dana desa untuk mendukung logistik program.

"Awalnya saya pikir ini urusan pemerintah. Tapi setelah lihat anak-anak kami makan bergizi, kami semua ingin terlibat," ujar Maria Tola (32), warga Laci Carep.

Data dari Posko MBG Manggarai, partisipasi warga meningkat hingga 40% dalam satu bulan terakhir, sebuah angka yang menunjukkan betapa program ini telah menyentuh hati dan kesadaran kolektif masyarakat.

Yakobus berharap para relawan bisa terus diberi pelatihan dan pembinaan agar semakin profesional dan mandiri.

"Kalau kami punya pelatihan tambahan, kami bisa jadi agen perubahan di desa. Bahkan bisa bantu edukasi gizi keluarga," harapnya.

Senada dengan Yakobus, Ansgariana Yetri menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk keberlanjutan program.

"Relawan sudah bekerja maksimal. Kami harap ada penguatan sistem, insentif, dan keberlanjutan. Ini bukan kerja satu tahun, tapi kerja jangka panjang untuk masa depan Indonesia," tutupnya.

Di Manggarai, Program Makan Bergizi Gratis adalah cermin kebijakan yang menyatu dengan denyut nadi rakyat.

Dari tangan para relawan yang bekerja dalam sunyi, lahir masa depan yang lebih cerah, menjadi fondasi kokoh untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

Halaman:

Terkini