PMKRI Ruteng juga menyuarakan harapan mereka agar tragedi ini menjadi titik balik untuk perbaikan institusi Polri secara fundamental.
Kekerasan yang berulang, khususnya dalam penanganan massa aksi, menunjukkan adanya persoalan struktural yang harus diselesaikan.
PMKRI Ruteng berharap agar insiden ini membuka mata semua pihak, baik internal kepolisian maupun pemerintah, untuk melakukan reformasi sejati demi terwujudnya Polri yang benar-benar humanis dan profesional.
"Sudah saatnya Polri kembali ke khitahnya sebagai pengayom dan pelindung rakyat. Pelaku kejahatan kemanusiaan ini harus mendapat hukuman yang setimpal, bukan sekadar sanksi internal. Ini adalah pertaruhan atas kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri'," tutup Kartika.