Ende -- Tak perlu resah dengan kehadiran sejumlah lost di Pasar Potulando Ende Flores NTT yang direncanakan akan dijadikan tempat penjualan daging babi karena lokasi itu akan disteril sehingga tidak mengganggu dengan aktivitas orang lain yang tidak suka terhadap daging tersebut .
Dulu orang Ende Lio sangat menghargai dan menghormat atas perbedaan sebagai bentuk dari wujud toleransi maka pada acara adat atau wurumana yang berkaitan dengan pernikahan atau kematian , mereka hadir meski tahu ada sembeli babi karena mereka memahami hal itu sebagai bentuk tradisi .
Seiring dengan perkembangan zaman rasa persaudaran yang dibangun ratus tahun itu sepertinya mulai terkikis dengan terkontiminasi pengaru dari luar dimana ada yang keberatan terhadap lost pasar yang akan dijadikan tempat penjual daging tersebut .
Pada hal mereka tahu bahwa pasar itu bukan berazas agama , produk dan jasa yang dijual tidak harus sesuai dengan prinsip - prinsip agama tertentu ,dan pembeli serta penjual dapat melakukan transaksi tanpa harus mempertimbang aspek agama . Contohnya , pasar yang menjual berbagai jenis makanan tidak halal.
Pasar itu tempat pertemuan antara pembeli dan penjual yang tanpa membedakan suku , ras dan agama dimana siapa saja bisa bertemu di pasar untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan dan tidak ada orang yang melarang pasar itu tidak boleh menjual daging babi .
Pasar itu dibangun bukan berdasarkan azas agama tapi asaz kebersamaan yang memberi ruang yang sama kepada anak bangsa yang berjiwa pedagang untuk menjual barang dagangnya , terkecuali barang terlarang yang tidak diijin oleh undang - undang karena hal itu melawan hukum .Maka diharapkan kepada semua pihak untuk bisa memahami bahwa Pasar Potulando Bukan Berazas Agama tapi Berazas Kebersaman yang memberi ruang yang sama kepada anak bangsa untuk berdagang.