Dengan total jarak tempuh lebih dari 1.500 kilometer, para pembalap dari 16 tim dan 13 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Inggris Raya, Belanda, dan Iran, menaklukkan tiga pulau utama NTT: Timor, Sumba, dan Flores.
Partisipasi internasional ini membuktikan daya tarik event yang ambisius ini.
Keberhasilan acara ini tak lepas dari dukungan semua pihak yang bahu-membahu menjamin kelancaran dan keamanan di setiap etape.
Efek domino dari event ini juga terasa pada perekonomian lokal.
Keramaian yang tercipta di setiap daerah yang dilalui balapan memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang turut dilibatkan dalam kegiatan ini.
Dengan kemenangan Youcef Reguigui di Etape 9, persaingan di sisa etape semakin memanas.
Para pebalap kini bersiap untuk etape terakhir di Labuan Bajo, di mana sang juara umum Tour de EnTeTe 2025 akan dinobatkan.