Idenusantara.com -- Pemerintah Pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT lewat PPK 3.2 Wilayah III mempercepat sejumlah pekerjaan dengan nilai anggaran mencapai belasan miliar rupiah.
Pantauan Media ini pada Rabu (24/9/2025) memperlihatkan aktivitas proyek berlangsung di beberapa titik. Sejumlah pekerja, alat berat, dan Dum truk material hilir-mudik. Pembersihan saluran air, penguatan tembok penahan tanah, hingga pembangunan tanggul di titik rawan longsor tampak dikerjakan serentak.
PPK 3.2 PJN Wilayah III, Pasaoran Samosir, S.T., menegaskan pekerjaan tersebut bukan sekedar tambal sulam.
“Kami kebut semua pekerjaan agar jalur Labuan Bajo–Ruteng aman dan layak, baik untuk pembalap internasional maupun masyarakat sehari-hari,” katanya kepada Media ini saat ditemui di lokasi proyek.
Menurut Pasaoran, program preservasi jalan senilai Rp.8,88 miliar mencakup pekerjaan holding, perbaikan patching, rehabilitasi drainase, serta perbaikan jembatan. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp.5,59 miliar untuk pemeliharaan rutin seperti pembersihan saluran air, pengendalian tanaman liar, dan perawatan jalan di ruas Labuan bajo.
Menurut Pasaoran, program preservasi jalan senilai Rp.8,88 miliar mencakup pekerjaan holding, perbaikan patching, rehabilitasi drainase, serta perbaikan jembatan. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp.5,59 miliar untuk pemeliharaan rutin seperti pembersihan saluran air, pengendalian tanaman liar, dan perawatan jalan di ruas Labuan Bajo–Malawatar–Ruteng.
Sementara itu, paket kontraktual senilai Rp.1,71 miliar difokuskan pada penanganan longsor di ruas Simpang Wae mata–Malawatar, wilayah yang kerap menjadi titik rawan saat musim hujan.
Ia menambahkan, tim teknis di lapangan melakukan pengecekan rutin dan penanganan cepat di lokasi rawan gangguan.
“Sampai sekarang semua pekerjaan berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti,” ujarnya.
Baca Juga: Sempat Dikeluhkan Warga, PT Akas Mulai Perbaiki Jalan Rusak Labuan Bajo-Kota Ruteng
Meski demikian, isu terkait dugaan proyek fiktif dan proyek mangkrak sempat mencuat dalam pemberitaan media lokal. Portal nttupdate.com pada 3 September 2025 menurunkan laporan berjudul “Audit atau Mati!” yang menuding adanya pekerjaan tidak jelas di jalur nasional itu. Sementara koranntt.id dalam laporan “Mengungkap Ketidakberesan Proyek Infrastruktur” (4/9/2025) menyoroti dugaan tumpang tindih proyek lama dan baru di ruas yang sama.
Pasaoran membantah tuduhan tersebut. “Proyek ini nyata, bukan fiktif. Semua masih dalam pengerjaan dan tidak ada pekerjaan yang mangkrak,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pekerjaan yang sedang dikerjakan tidak tumpang tindih dengan proyek sebelumnya yang dikerjakan oleh PT AKAS.