Pertama, dari sisi regulasi, diperlukan aturan yang jelas agar para penyelenggara SPPG mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal dari daerah sekitar. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Kedua, dari sisi ekosistem, Gubernur Melki menegaskan perlunya dukungan pemerintah daerah dalam membangun sistem produksi, distribusi, dan pengolahan pangan lokal yang berkesinambungan.
“Pemerintah daerah siap membantu penyelenggara untuk membangun ekosistem yang menopang keberlangsungan program ini. Kita ingin agar masyarakat menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. Dengan cara itu, dampak positif program ini akan terasa lebih luas dan berkelanjutan,” jelasnya.
Baca Juga: Putra Manggarai Timur Odorikus Holang Ditunjuk Sebagai Ketua Bidang Hukum AMKI Jakarta
Gubernur Melki menyoroti pentingnya memberdayakan kelompok masyarakat seperti Petani, Nelayan, Peternak, dan UMKM lokal.
“Kalau susu dan buah-buahan lain mungkin kita masih butuh dari daerah lain. Tetapi bahan kebutuhan yang lain misalnya beras, sayur-sayuran, daging dan ikan kita usahakan dari daerah setempat,” katanya.
Gubernur Melki juga menekankan evaluasi berkala yang menjadi kunci menjaga kualitas program.
“Yang tidak memenuhi standar ditindak, kalau perlu ditutup. Tetapi bagi yang berhasil kita patut memberi apresiasi,” tegasnya
Baca Juga: Komitmen Tumbuh Bersama Masyarakat, Bank NTT Cabang Ruteng Dorong Semangat Pelayanan Inklusif
Tenaga Ahli Kepala BGN, Florensio Mario, menegaskan pentingnya sinkronisasi data dengan pemerintah daerah.
“Setiap anak berhak mendapat manfaat program ini, termasuk yang tinggal di daerah terpencil. Targetnya, titik SPPG sudah terdata bulan Oktober dan didirikan pada November, sehingga awal tahun depan program dapat dijalankan secara penuh,” ujarnya.
Rapat ini diharapkan memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga ahli, dan masyarakat, sehingga NTT mampu mengejar ketertinggalan dan menjadi contoh pelaksanaan MBG di kawasan timur Indonesia.