daerah

Lampaui Rata-rata Nasional, Pertumbuhan Ekonomi NTT Triwulan II Capai 5,44 %

Senin, 6 Oktober 2025 | 15:41 WIB
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena

Ruteng, Idenusantara.com – Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatatkan kinerja yang sangat impresif pada paruh pertama tahun 2025, dengan akselerasi yang signifikan terlihat pada Triwulan II.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi NTT pada Triwulan II-2025 mencapai 5,44% secara Year-on-Year (y-o-y).

Angka ini meningkat tajam sekaligus menempatkan NTT melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, yang berada di kisaran 5,12%.

Capaian pertumbuhan 5,44% ini disambut hangat oleh pemerintah daerah.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyatakan, hasil ini merupakan buah dari kerja kolaborasi lintas sektor sekaligus membuktikan strategi pembangunan yang diterapkan sudah berada di jalur yang tepat.

"Kabar baiknya, ekonomi NTT tumbuh 5,44% pada Triwulan II 2025, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Kontribusi terbesar datang dari sektor pertanian yang menyentuh lebih dari separuh penduduk NTT. Ini bukti nyata dari hasil kolaborasi dan kerja keras kita bersama," ujar Gubernur Melki saat menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Dr. (HC). Drs. A. Muhaimin Iskandar di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT pada Rabu (1/10/2025).

Gubernur Melki, selanjutnya memberikan dorongan keras kepada seluruh instansi di lingkup Pemprov NTT untuk tidak berpuas diri.

"Pencapaian ini bukan akhir, melainkan titik awal. Saya dorong semua unit kerja untuk mempertahankan capaian positif ini, terutama dalam hal peningkatan produktivitas dan pelayanan publik. Ke depan, harapan kita adalah melihat peningkatan yang lebih merata dan berkelanjutan, di mana pertumbuhan ekonomi ini benar-benar dirasakan hingga ke desa-desa," tegasnya.

Sektor Unggulan dan Kontribusi Utama

Pertumbuhan kuat sebesar 5,44% ini ditopang oleh kinerja cemerlang dari sektor-sektor utama daerah.

Dari sisi produksi (Lapangan Usaha), Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tetap menjadi tulang punggung, menyumbang 30,48% terhadap PDRB dan mencatat pertumbuhan kuat sebesar 7,08% (y-o-y).

Peningkatan ini didorong oleh membaiknya produksi tanaman bahan makanan dan komoditas peternakan, yang kemudian memicu lonjakan pada Sektor Perdagangan Besar dan Eceran hingga 12,90% (y-o-y).

Sektor pariwisata (Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum) juga menunjukkan pemulihan pesat, mencatat pertumbuhan tercepat secara quarter-to-quarter (q-to-q) sebesar 21,55%.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, mesin penggerak utama adalah lonjakan aktivitas Ekspor Barang dan Jasa.

Halaman:

Terkini