daerah

Gubernur NTT Dorong Penyediaan Kawasan Ekonomi Khusus di Wilayah Perbatasan NTT

Rabu, 22 Oktober 2025 | 06:31 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Forum Koordinasi Penataan Ruang Bali-Nusa Tenggara (Foto: Humas Setda Prov NTT)

 

 

Idenusantara.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Forum Koordinasi Penataan Ruang Bali-Nusa Tenggara bertempat di Hotel Meruorah Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa (21/10/2025).

Forum ini merupakan wadah dalam mendorong agenda prioritas nasional di Kawasan Timur Indonesia, di mana Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bekerja sama dengan perkumpulan pelaku kebijakan dan manajemen tata ruang Indonesia atau ISPASI dalam mensinergikan RPJMN 2025-2029 dengan RPJMD provinsi dan kabupaten/kota di wilayah Bali-Nusra melalui pendekatan tata ruang yang terintegrasi.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemerintah Alokasikan Tambahan Bansos Rp300 Ribu Bagi 35 Juta Keluarga Akan Segera Cair

Gubernur Melki Laka Lena dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik forum ini. Ia menerangkan telah membahas bersama Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dimana ketiga provinsi sepakat mendukung wilayah prioritas unggulan dalam 3 wilayah ini untuk dikembangkan.

“Secara pribadi saya bersama Gubernur Bali dan Gubernur NTB, kami sudah berkomunikasi untuk kita kembangkan bersama wilayah prioritas ini dalam penataan ruang yang merupakan instrumen strategis,” ungkap Gubernur Melki.

“Forum ini bagus sekali walaupun ini masih softclosing ada beberapa soal yang perlu kita bahas bersama, mulai dari ahli fungsi lahan yang tidak terkendali, keterbatasan kapasitas daerah seperti Sumber Daya Menusia (SDM), kelembagaan, anggaran, serta koordinasi antar Perangkat Daerah masih menjadi tantangan dalam penyusunan dan pengawasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta kesenjangan regulasi antara regulasi dan daerah dan pusat serta partisipasi masyarakat yang terbatas juga dinamika pengaturan baru pasca Omnibus Law / UU Cipta Kerja, ” jelas Gubernur Melki.

Baca Juga: Sebut MBG Program Mulia, Bahlil: Saya Pernah Busung Lapar Saat Kuliah

Lebih lanjut Gubernur Melki juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang menaruh perhatian penting bagi kawasan Bali – Nusra, dimana program strategis ini harus didorong sehingga pengembangan kawasan ekonomi perbatasan juga dapat diperhatikan.

“Kami juga terus mendorong untuk pariwisata berkelanjutan dan diharapkan adanya pengembangan kawasan ekonomi khusus di wilayah perbatasan NTT dengan Timor Leste, sehingga saya mengusulkan di wilayah perbatasan ini perlu mendapat perhatian serius guna meningkatkan ekonomi di wilayah perbatasan tersebut”, ungkap Gubernur Melki.

Gubernur Melki juga berharap forum ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi melahirkan rumusan dan langkah konkret yang dapat langsung diterapkan di lapangan, baik itu pembuatan mekanisme koordinasi lintas provinsi yang lebih efektif, penyelarasan RTRW antar wilayah, dan penyusunan strategi bersama untuk pengendalian pemanfaatan ruang yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan perkembangan teknologi.

Baca Juga: Bahlil Sering Diframing Jahat padahal Berpihak Pada Rakyat

“Saya berharap kita dorong perencanaan ini lebih konkret di lapangan, harapannya untuk mengungkit ekonomi kita dan mudah-mudahan dengan dana yang ada, kita dorong agar dengan pembangunan wilayah yang baik, ekonomi di tiga wilayah ini Bali, NTT dan NTB dapat kita dorong bersama”, harap Gubernur Melki.

Sementara itu, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Sesmenko Infra), Ayodhia G.L. Kalake, dalam sambutannya menerangkan bahwa khusus di kawasan NTT, Bali, dan NTB, merupakan wilayah yang mendapat perhatian pemerintah pusat dengan tertuju pada beberapa isu utama :

Halaman:

Tags

Terkini