daerah

PKK Manggarai Tingkatkan Literasi Keuangan Demi Ketahanan Ekonomi di Langke Rembong

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 15:50 WIB
Meldyanti Hagur Nabit, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai

Ruteng, Idenusantara.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai mengambil langkah strategis untuk memperkokoh ketahanan ekonomi keluarga dengan menjadikan perempuan sebagai manajer keuangan yang cerdas.

Melalui inisiasi Ketua TP PKK, Meldyanti Hagur Nabit, pelatihan literasi keuangan diselenggarakan bagi 19 kelompok Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP) di Kecamatan Langke Rembong, 23–24 Oktober 2025.

Mengusung tema "Keuangan Sehat, Hidup Akan Lebih Tenang," kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya PKK untuk menciptakan inkulsi keuangan yang sehat dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Meldyanti Hagur Nabit, yang juga istri Bupati Manggarai, Hery Nabit, menegaskan ulang peran krusial para ibu. Ia menyatakan bahwa literasi keuangan melampaui urusan hitungan semata.

"Literasi keuangan bukan sekadar soal angka, melainkan tentang kebijaksanaan dalam mengambil keputusan ekonomi. Pengelolaan keuangan rumah tangga yang bijak merupakan fondasi terciptanya keluarga harmonis dan sejahtera," ujar Meldyanti.

Inisiatif ini lahir dari kesadaran akan tuntutan hidup yang kompleks, di mana kemampuan merencanakan anggaran yang matang sangat diperlukan.

Dengan perencanaan yang baik, risiko tak terduga dapat diminimalkan, kebutuhan dasar terpenuhi, dan masa depan keluarga pun menjadi lebih terjamin.

Tips Praktis dan Tujuan Inklusi Keuangan

Untuk memastikan ilmu yang didapat langsung dapat diterapkan, pelatihan ini menghadirkan Rosalia Jenia, mentor berpengalaman dalam pengelolaan kelompok UBSP.

Rosalia membimbing peserta untuk memahami cara mengatur keuangan keluarga secara efektif dan berkelanjutan.

Dalam sesi interaktif, Ketua PKK Manggarai juga berbagi tips praktis yang bisa langsung diaplikasikan oleh para ibu di rumah seperti menyusun anggaran secara rinci, mencatat arus kas rumah tangga secara transparan, menetapkan tujuan keuangan yang jelas, dan menyiapkan dana darurat sebagai bantalan pengaman.

Meldyanti juga menyoroti dua aspek penting lainnya: komunikasi terbuka antara pasangan suami istri dan kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan—dua pilar utama pengelolaan keuangan yang sehat.

Pelatihan ini menjadi bukti komitmen PKK Manggarai untuk memberdayakan perempuan. Meldyanti berharap, melalui kegiatan ini, perempuan Manggarai tidak hanya sekadar memahami nilai uang, tetapi juga mampu mengelolanya dengan cerdas demi peningkatan kesejahteraan keluarga dan pembangunan ekonomi daerah.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi di tengah masyarakat, menjadikan keluarga-keluarga di Langke Rembong, dan ke depannya di Manggarai, mampu mengarungi tantangan hidup dengan keuangan yang sehat dan kehidupan yang lebih tenang.

Terkini