daerah

Negara Habiskan Rp 114 Miliar untuk Ruas Jalan Menuju Wae Kelambu Labuan Bajo, Kualitas Buruk Drainase dan TPT Mulai Rusak Parah

Sabtu, 1 November 2025 | 10:42 WIB
Kondisi Mortal proyek jalan menujua Wae Kelambu

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjadi salah satu destinasi wisata premium. 

Salah satu proyek KSPN yang sedang dikebut pengerjaannya diantaranya ruas jalan menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas WAE KELAMBU. Pekerjaan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mendukung Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas (DPSP) dengan Panjang 7,682 km.

Proyek Menuai Sorotan Publik 

Proyek senilai Rp 114 Miliar yang digarap oleh PT Brantas Abipraya (Persero) ini diklaim menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah, padahal baru berjalan sebagian atau baru rampung 'seumur jagung'.

Proyek megah yang dijadwalkan 

berlangsung antara tahun 2023 hingga 2025, merupakan langkah vital Pemerintah untuk memperkuat Labuan Bajo sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas (DPSP) dan pusat logistik. Namun, kualitas pengerjaannya kini dipertanyakan.

Beberapa item pekerjaan yang sudah selesai atau sedang berjalan dilaporkan mulai amburadul dan menunjukkan kegagalan konstruksi.

Item Pekerjaan Kondisi yang Ditemukan

Drainase 

Beberapa titik drainase dilaporkan tidak diplester pada bibirnya. Akibatnya, struktur drainase mulai pecah dan rusak.

TPT (Tembok Penahan Tanah) 

Ditemukan beberapa titik TPT yang sudah mulai ambruk atau mengalami keretakan struktural.

Warga juga melaporkan bahwa bagian bahu jalan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Seorang warga setempat mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kualitas infrastruktur yang dibangun dengan dana negara tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini