daerah

Aktivis GMNI Mendesak Gubernur NTT Segera Dialog Dengan Kapolda NTT Terkait Operasi Moke

Selasa, 11 November 2025 | 06:57 WIB
Aktivis GMNI, Gubernur NTT, dan Kapolda NTT (ft. Alfaro)

NTT - Aktivis GMNI Mendesak Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) "Melki Laka Lena" untuk secepatnya melakukan dialog dengan Kapolda terkait pemberhentiaan sementara operasi Moke lokal di NTT.

Alfaro Remba mengatakan, pemberhentian sementara terkait operasi moke lokal adalah salah satu tindakan untuk mematikan pendapatan ekonomi masyarakat lokal yang nota bene pendapatanya berasal dari jualan moke.

Kata Alfaro, moke tidak semata-mata dipandang sebagai minuman beralkohol, seperti minuman-minuman yang di Inpor dari luar negeri.

Bagi masyarakat NTT, Moke merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat yang telah lama memiliki peran dalam berbagai ritual adat. “Moke produk budaya dan identitas masyarakat NTT. Ada nilai sosial, adat, dan ekonomi di dalamnya,” ujar Alfaro.

Berharap Gubernur NTT secepagnya melakukan dialog dengan Kapolda terkait dengan operasi Moke di NTT. "Berharap secepatnya melakukan dialog dengan Kapolda NTT terkait dengan operasi Moke. Moke salah satu Ekonomi penopang masyarakat lokal", tutur Alfaro

Rokok Ilegal Dibungkam.

Perdaran rokok ilegal di NTT begitu masif tetapi tetapi Aparat Kepolisian bungkam. Sudah sejak lama peredaran Rokok ilegal tetapi belum juga berhentikan. Ada apa dengan aparat kepolisian?

Menurut Alfaro bahwa masifnya peredaran rokok ilegal di NTT dikarenakan ada bekingan dari pihak tertentu. Kalau tanpa bekingan bukan tidak mungkin peredaran rokok ilegal di wilayah NTT sudah dihentikan.

Alfaro juga menjelaskan bahwa para pengedar rokok ilegal tersebut begitu bebas beredar di wilayah NTT dan luput dari pantauan pihak penegak hukum dan beacukai.

Alfaro menegaskan aparat kepolisian harus profesional dalam melihat kondisi di NTT. Sekarang banyak mafia yang masuk melalui peredaran rokok ilegal yang begitu masif.

Tags

Terkini