Idenusantara.com-Tahun 2025 menjadi fase penting dalam peletakan fondasi transformasi pembangunan daerah melalui sepuluh Program Dasa Cita “Ayo Bangun NTT”. Hal tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam kegiatan Coffee Morning bersama media massa di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, pada Jumat (19/12/2025).
“Fondasi transformasi ‘Ayo Bangun NTT’ sudah kita letakkan di tahun 2025. Hasilnya mulai terlihat, namun pekerjaan rumah besar masih ada dan harus kita kerjakan bersama secara berkelanjutan,” tegas Gubernur Melki.
Gubernur Melki Laka Lena mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT mendorong transformasi ekonomi dari hulu ke hilir melalui Program One Village One Product (OVOP). Hingga akhir 2025, tercatat 190 UMKM binaan dengan 44 produk unggulan berbasis pangan olahan, herbal, kriya, dan tenun ikat. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas, desain dan kemasan, perizinan BPOM dan halal, hingga perluasan akses pasar melalui NTT Mart.
“Ke depan, kita tidak boleh lagi menjual barang mentah. Polanya harus berubah dari tanam–panen–jual menjadi tanam–panen–olah–kemas–jual agar tercipta nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Gubernur Melki.
Sebagai penguatan pasar produk lokal, NTT Mart kini telah beroperasi di sejumlah kabupaten/kota dan menjadi wadah pemasaran produk hilirisasi desa, sekolah, dan komunitas. Upaya ini sejalan dengan Gerakan Beli NTT serta pengembangan Dapur Flobamorata.
Ia menyampaikan, di bidang pertanian dan ketahanan pangan, Pemprov NTT juga melaksanakan program pendukung seperti Pasar Tani, Pameran Pangan Lokal, Bimbingan Teknis Pengolahan Hortikultura, serta Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lebih lanjut Gubernur menyebut, Pemprov NTT telah menempatkan pemuda dan perempuan sebagai motor penggerak kreativitas lokal. Sepanjang 2025, program pelatihan inkubator bisnis, youth campaign, dan pengembangan ekonomi kreatif telah menjangkau lebih dari 1.200 peserta di 18 kabupaten/kota, mendorong lahirnya wirausaha baru dan penguatan UMKM berkelanjutan.
“Pemuda dan perempuan bukan objek pembangunan, tetapi subjek utama penggerak ekonomi kreatif dan perubahan sosial di NTT,” kata Gubernur.
Baca Juga: Tutup Turnamen Ben Mboy Memorial Cup, Gubernur Melki : Voli NTT Makin Berkembang
Pelatihan ekonomi kreatif berbasis desa wisata juga telah menjangkau pelaku UMKM di Kabupaten Kupang, Ende, Flores Timur, Sumba Barat Daya, Alor, dan Rote Ndao, dengan produk unggulan seperti kopi, jagung titi, ikan olahan, hingga bumbu lokal. Program ini turut disertai kampanye isu sosial seperti pencegahan narkoba, pernikahan dini, perdagangan orang, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak dan akan terus menjangkau Kabupaten/Kota lainnya.
Melalui Dasa Cita 3, Gubernur menerangkan bahwa sektor pariwisata telah diperkuat melalui penyelenggaraan berbagai event strategis berskala nasional dan internasional. Tour de EnTeTe 2025 diikuti 80 pembalap dari 13 negara dan melintasi Pulau Timor, Sumba, dan Flores. Selain itu, Kupang Exotic Festival, Festival Ana NTT Kreatif, Pameran Pembangunan “NTT BaGaYa”, Parade Tenun “NTT Berwarna 2025”, Pameran Pembangunan dalam rangka HUT ke-67 Provinsi NTT serta perlombaan dalam rangka perayaan Natal 2025, yang berhasil menarik puluhan ribu pengunjung dan memberi dampak langsung bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
“Rangkaian kegiatan ini terbukti mendorong promosi budaya, meningkatkan kunjungan wisata, serta menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Pada Dasa Cita 4, Pemprov NTT telah menuntaskan pembayaran jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 100.000 pekerja informal rentan di 22 kabupaten/kota dengan capaian 100 persen, menyasar petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, lansia, penyandang disabilitas, hingga keluarga rentan.