Sementara itu, Dasa Cita 5 menunjukkan hasil signifikan dalam penurunan stunting. Berdasarkan data e-PPGBM per 17 Desember 2025, prevalensi stunting NTT turun menjadi 20,5 persen melalui penguatan Posyandu Tangguh, intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta kolaborasi lintas sektor.
“Penurunan kemiskinan dan stunting harus berjalan seiring melalui intervensi spesifik dalam bingkai aksi konvergensi lintas sektor,” ujar Gubernur.
Di bidang pendidikan, Dasa Cita 6 diarahkan pada penguatan sekolah vokasi unggulan dan Sekolah Rakyat, rehabilitasi serta renovasi ratusan sekolah, dan percepatan digitalisasi pendidikan. Hingga 2025, tercatat 127 sekolah direhabilitasi, 340 sekolah direnovasi, dan lebih dari 105 sekolah menerima dukungan perangkat internet.
Melalui Dasa Cita 7, Pemprov NTT fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti jalan, air bersih, listrik, dan rumah layak huni melalui kolaborasi lintas pemerintah daerah. Sementara itu, Dasa Cita 8 dan 9 diarahkan pada percepatan reformasi birokrasi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan transformasi digital. Program Meja Rakyat (Melki–Johni Melayani Rakyat) mencatat 429 pengaduan, dan seluruhnya telah ditindaklanjuti. Pemprov NTT juga meraih Digital Government Award 2024 dengan predikat Sangat Baik atas penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Baca Juga: Tak Tercantum dalam RAB, Penggunaan Pipa Bekas di Proyek Air Bersih Desa Buar Disoal Warga
Gubernur menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun pertanggungjawaban terbuka atas pelaksanaan Dasa Cita dan Asta Cita.
“Publik harus tahu secara jelas bagaimana Melki–Johni menjalankan Dasa Cita dan program pemerintah pusat,” tegasnya.
Ia meminta seluruh Perangkat Daerah untuk secara terbuka merilis rincian program dan kegiatan tahun 2026, serta mendorong peran ASN Pemprov NTT dalam Gerakan Beli NTT melalui belanja di NTT Mart yang akan diatur melalui surat edaran.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menekankan pentingnya kampanye sadar membayar pajak dengan melibatkan peran media massa.
“Jika tingkat kepatuhan meningkat hingga 70 persen, dampaknya akan sangat signifikan bagi peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Kejati Teken MoU Bersama Gubernur dan Seluruh Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-NTT
Wakil Gubernur juga menyoroti lonjakan kasus HIV/AIDS, khususnya di kalangan generasi muda.
“Ini bukan soal menghakimi, tetapi menyelamatkan masa depan. Pencegahan harus melibatkan keluarga, sekolah, tokoh agama, dan komunitas,” tegasnya.
Menutup kegiatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan Dasa Cita dan program nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor.
“Ayo Bangun NTT bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama. Pemerintah bekerja terukur, Perangkat Daerah bertanggung jawab, dan masyarakat ikut mengawal. Semua harus dijalankan dengan kerja kolaborasi,” pungkas Gubernur Melki.