daerah

Gedung SMPN 19 Borong Memprihatinkan: Pelupuh Lapuk Dimakan Rayap, 19 Siswa Angkatan Pertama Ujian di Ruang Darurat

Rabu, 6 Mei 2026 | 09:08 WIB
Gedung SMPN 19 Borong di Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: Jhi. S-Idenusantara.com)

Idenusantara.com-Baru berdiri sejak Juli 2023, kondisi bangunan SMPN 19 Borong di Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur sudah memprihatinkan.

Tiga ruang kelas yang ada dibangun darurat menggunakan pelupuh dan kayu. Dari pantauan media ini, pada Selasa (5/5/2026), material dinding dan tiang kini mulai lapuk dan rusak akibat dimakan rayap. Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan keselamatan 54 siswa dan 14 guru saat proses belajar mengajar.

“Kondisi gedung sudah tidak layak. Kalau musim hujan, air masuk dari celah pelupuh. Kalau kemarau, debunya tebal. Kami khawatir atap ambruk karena tiang sudah keropos dimakan rayap,” kata salah satu guru honorer yang enggan disebut nama.

Baca Juga: Kopi Buk: SDI Congkar Buktikan P5 Bisa Rasa Kopi, 7 Kg Ludes Sehari di Expo Pendidikan V Matim

19 Siswa Angkatan Pertama Ujian di Ruang Darurat

Tahun 2026 menjadi momen penting bagi SMPN 19 Borong. Sebanyak 19 siswa angkatan pertama akan mengikuti ujian akhir sekolah. Ironisnya, mereka harus berjuang menamatkan SMP dari ruang kelas darurat yang rawan ambruk.

Total siswa saat ini 54 orang. Mereka diajar oleh 14 tenaga pengajar dengan komposisi: 3 PNS, 2 PPPK, dan 9 guru honorer. Artinya, 64% guru masih berstatus honorer dengan gaji di bawah UMR.

Baca Juga: BGN NTT Validasi Data Penerima MBG di Flores, Prioritaskan Wilayah Rawan Pangan

Kepsek: Belum Pernah Dapat Revitalisasi, Listrik Baru 2026

Kepala SMPN 19 Borong, Yohanes Jelulu, membenarkan kondisi tersebut. Ia berharap pemerintah segera membangun gedung permanen tahun ini.

“Kami sangat berharap ada pembangunan tahun ini. Kondisi gedung sudah tidak layak. Kami juga belum pernah mendapatkan dana revitalisasi,”ujarnya, Selasa (5/5).

Yohanes menambahkan, keterbatasan lain adalah listrik.

“Sekolah ini baru mendapatkan akses listrik pada tahun 2026. Sebelumnya kami mengajar tanpa listrik. Kipas tidak ada, proyektor tidak bisa dipakai,”jelasnya.

 

Halaman:

Tags

Terkini