IDENUSANTARA.COM - Bagi kaula muda perlu mengetahui sejarah singkat mengenai Praja Muda Karana (Pramuka) yang selalu diperingati setiap tanggal 14 Agustus di setiap tahunnya.
Generasi muda apalagi anak-anak sekolah harus mampu memaknai secara baik, apa sesungguhnya makna dan esensi dari Pramuka.
Baca Juga: UNADRI Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru dan Transfer Bebas Biaya Pembangunan
Praja Muda Karana atau Pramuka yang berarti jiwa muda yang suka berkarya. Kegiatan Pramuka biasanya kita temui di berbagai sekolah, baik itu sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA).
Tanggal 14 Agustus itu diperingati sebagai hari pramuka. Tahun 2023 merupakan peringatan ke-62. Pramuka di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang loh. Simak penjelasannya berikut.
Dilansir dari Media Indonesia, Pramuka berasal dari Inggris melalui pembinaan remaja oleh Lord Robert Baden Powell of Giwell. Gerakan pada akhirya menyebar pada beberapa negara lain, termasuk Indonesia. Gerakan kepanduan di Indonesia diawali dengan terbentuknya Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO), lalu berubah menjadi Nederlands Indische Padvinders (NIP).
Pada 1916, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII adalah Adipati ketujuh Mangkunegaran membuat organisasi kepanduan di Tanah Air. Organiasasi ini tanpa campur tangan Belanda dan diberi nama Javaansche Padvinders Organisatie (JPO). Pada zaman penjajahan Jepang organisasi ini dilarang.
Setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, pada September 1945 sejumlah tokoh gerakan kepanduan mengadakan pertemuan di Yoyakarta. Hasil dari kongres yang dilakukan pada 27-29 September 1945, akhirnya terbentuk Pandu Rakyat Indonesia.
Pandu Rakyat Indonesia itu mendapatkan respon positif dari Presiden pertama Indonesia Soekarno. Pandu diberi amanat untuk mengefektifkan kepanduan yang merupakan komponen penting untuk pembangunan bangsa. Gerakan Pramuka Pada 30 Juli 1961, berbagai organisasi kepanduan berkumpul di Gelora Senayan.
Dalam pertemuan itu mereka berikrar untuk meleburkan ke dalam satu organisasi kepanduan bernama Gerakan Pramuka. Sebab itu 30 juli diperingati sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka. Pemerintah akhirnya meresmikan Gerakan Pramuka melalui keppres Nomor 448 tahun 1961 pada 14 Agustus 1961. Tanggal itu akhirnya dipilih sebagai Hari Pramuka.
Baca Juga: Diduga Cabuli Lima Siswa SD, Oknum ASN di Dinas Perhubungan Kabupaten Alor Dilaporkan ke Polisi
Lambang Berdasarkan Keppers Nomor 238 Tahun 1961 Pramuka memiliki lambang berupa tunas kelapa. Lambang ini dibuat Sumardjo Armodipuro. Ternyata pemilihan tunas kelapa bukan tanpa alasan loh. Banyak makna yang terkandung di dalamnya. Terdapat beberapa alasan yang menjadi tunas kelapa menjadi lambang pramuka. Berikut penjelasannya.
- Tunas kelapa menggambarkan tunas bangsa. Diharapkan anak muda Indonesia bisa menjad tunas bangsa yang bisa mengharumkan nama Indonesia di berbagai kesempatan.
- Karena dapat bertahan lama dalam kondisi apa pun, diharapkan sebagai tunas bangsa, pramuka harus dapat bertahan dalam menghadapi segala tantangan untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia.
- Dapat tumbuh di mana saja, berarti setiap anggota pramuka dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan menyesuaikan diri.
- Pohon Kelapa Menjulang Tinggi, bermaksud setiap anggota memiliki cita-cita yang tinggi dan dapat berdiri tegak.
- Akar yang kuat, melambangkan setiap anggota berpegang teguh pada keyakinan untuk mencapai cita-cita.
- Pohon kelapa memberi manfaat, melambangkan bahwa anggota pramuka merupakan manusia bermanfaat untuk bangsa Indonesia.
Artikel Terkait
Pemerhati Anak Desak Polres Ende Tangkap Pelaku Persetubuhan Anak Bawah Umur di Kotabaru
BREAKING NEWS; Pria di Lio Timur Ende Nekad Bunuh Pasangan Karena Cemburu
Diduga Cabuli Lima Siswa SD, Oknum ASN di Dinas Perhubungan Kabupaten Alor Dilaporkan ke Polisi
Sekda NTT Kosmas Lana Kukuhkan Paskibraka 2023