Di periode itulah, berkat kemampuannya berorganisasi BEM STPM St. Ursula selalu dikenal melalui aksi-aksi mahasiswa hingga menginisiasi turnamen bola voli ormawa cup yang hingga kini terus digelar
Disamping menyelesaikan studinya, Elias masih aktiv sebagai anggota PMKRI Cabang Ende. Dan kemudian empat tahun berselang, dia terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende (2004-2005)
Baca Juga: KAMU IBU MILENIAL? BERIKUT TIPS MEMBERIKAN ASI EKSLUSIF
Modal kemampuan menahkodai gerakan mahasiswa Katolik dan pengetahuan mengenai kemasyarakatan di jenjang pendidikannya, juga menghantar Elias untuk dipercayakan sebagai koordinator Divisi SDM dan Administrasi Umum pada InterMedia ComNet Ende (2003-2004)
Deretan capaian pemuda dari Desa kecil di perbatasan Nagekeo-Ende di usia 27 Tahun itu, menuntutnya untuk terus belajar dan membagi waktu antara kuliah, organisasi dan pekerjaan
Pada Tahun 2004 -2005, Elias kembali dipercayakan sebagai Koordinator Divisi Pengkajian pada Flores Institut for Regional Development (2004-2005) salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang memfokuskan diri untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat se kepulauan Flores NTT,
Tahun 2005, Elias kembali dipercayakan sebaagai fasilitator pada program Voters Education dibawah lembaga Center for East Indonesian Affair (CEIA) sebagai lembaga independen saat pemilu melalui program pendidikan bagi pemilih
Selanjutnya, pada Tahun 2007 suami dari Sisilia Waria ini, menjadi anggota Tim Pengkajian dan Penulisan Naskah Akademik Program Penanggulang TBC kerja sama FIRD dan KuIs Indonesia (2007). Sebuah tugas mulia dalam mendukung perjuangan mengentas penyakit TBC
Tugas mulia lain, juga dipikulnya dalam usianya ke 32 Tahun, yakni pada Tahun 2008 sebagai Koordinator Tim Survey Ekonomi Penyandang Cacat Kabupaten Ende yang menentukan arah strategis program pembangunan ekonomi bagi kaum difabel di Kabupaten Ende
Pengalaman berorganisasi dan karya pengabdian demikian, membuka jalan bagi Elias si anak petani Utetoto terpanggil untuk mencerdaskan anak bangsa di perguruan tinggi
Baca Juga: Polres Ende Kembali Bekuk Pelaku Pencabulan Anak Bawah Umur; Berikut Kronologisnya
Pada Tahun 2009, Elias yang juga Ayah dari Christiano H. Cima, Inocensius A. Cima, Angelina S. Cima, Aurelius P.P. Cima dan Augurius S. Cima, mengabdikan dirinya sebagai staf pengajar (dosen) pada STPM St. Ursula Ende hingga sekarang
Pada Tahun 2013-2015 ditengah tugasnya sebagai pengajar, Elias kembali melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengambil Jurusan Pembangunan Sosial & Kesejahteraan di Universitas Gadjah Mada
Sebagai akademis dari lembaga perguruan tinggi yang menciptakan kader-kader pembangunan masyarakat di masa depan, Elias Cima juga aktif melakukan penelitian-penelitian yang penting dan berguna bagi pembangunan masyarakat pada umumnya
Karya - karya penelitiannya itu dipublikasikan melalui jurnal penelitian yang dapat digunakan sebagai referensi dalam menunjang keilmuan maupun praktik lanjutan, di antaranya;