Idenusantara.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa energi dan pangan merupakan dua elemen fundamental dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi Konvensi dan Pameran ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA Convex 2025) di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (24/5).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sejarah telah membuktikan pentingnya ketahanan energi dan pangan dalam menjaga eksistensi dan kedaulatan suatu negara. Ia menekankan bahwa Indonesia harus mampu mengelola sumber daya alamnya secara bijak dan mandiri demi mencapai kemandirian nasional.
“Kita tidak bisa bergantung pada negara lain untuk kebutuhan pokok bangsa, khususnya energi dan pangan. Dua sektor ini adalah kunci dari kekuatan dan kedaulatan negara. Jika kita lemah di dua sektor ini, kita akan selalu bergantung, dan kedaulatan kita akan mudah diganggu,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ratusan pelaku industri migas dan tamu undangan internasional.
Fokus pada Ketahanan dan Transformasi Energi
Presiden juga menyoroti perlunya transformasi energi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, di tengah dinamika global dan tekanan perubahan iklim, Indonesia harus mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi yang terus meningkat dengan komitmen terhadap transisi energi bersih.
“Kita tetap realistis. Kita tahu bahwa energi fosil masih akan menjadi bagian penting dari bauran energi nasional dalam beberapa dekade ke depan. Namun kita juga harus serius berinvestasi dalam energi terbarukan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi soal keberlanjutan dan kedaulatan energi kita di masa depan,” tegasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Serukan Penyederhanaan Regulasi untuk Kedaulatan Energi
Presiden Prabowo juga mengapresiasi peran sektor hulu migas dalam menopang perekonomian nasional dan mendorong percepatan pembangunan. Ia meminta agar industri ini terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik.
Dorongan untuk Investasi dan Teknologi
Di hadapan para investor dan pemangku kepentingan, Presiden membuka peluang seluas-luasnya bagi investasi di sektor energi, baik migas maupun energi baru dan terbarukan (EBT). Ia menekankan bahwa Indonesia siap menyambut kemitraan yang membawa teknologi canggih, efisiensi tinggi, serta manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin kemitraan yang adil dan saling menguntungkan. Kami ingin teknologi yang mampu mempercepat produksi, meminimalkan dampak lingkungan, dan membuka lapangan kerja. Ini saatnya Indonesia bergerak lebih cepat dan lebih maju,” ujar Prabowo dengan nada optimistis.
Pangan sebagai Pilar Strategis
Selain energi, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya ketahanan pangan nasional. Ia mengatakan bahwa sektor pangan dan energi saling terkait erat dan harus dikelola secara sinergis. Ketergantungan pada impor pangan dan bahan bakar harus dikurangi secara signifikan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
“Sebagai Menteri Pertahanan, saya telah belajar bahwa kekuatan nasional tidak hanya dilihat dari kekuatan militer, tetapi dari seberapa mandiri bangsa kita dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Tanpa pangan dan energi, tidak ada stabilitas, tidak ada kemakmuran,” jelasnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Komit Tingkatkan Produksi Migas dan Percepatan Hilirisasi Industri
Cerminan Komitmen untuk Majukan Ketahanan Energi Nasional, Prabowo Resmikan Konvensi dan Pameran IPA Ke-49
Presiden Prabowo Serukan Penyederhanaan Regulasi untuk Kedaulatan Energi