Empat Kampung Hilang Disapu Banjir, Gubernur Aceh Mualem Menangis ‘Aceh Seperti Tsunami Kedua’

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Selasa, 2 Desember 2025 | 14:07 WIB
Gubernur Aceh Muzakir Manaf
Gubernur Aceh Muzakir Manaf

Idenusantara.com-Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem tak kuasa menahan tangis saat menggambarkan kondisi terbaru penanganan banjir dan longsor yang menerjang 18 kabupaten/kota di Aceh sejak Sabtu (29/11). Ia menyebut bencana ini begitu parah hingga menyerupai tragedi tsunami.

“Ada beberapa kampung hilang entah ke mana, yaitu Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara, Peusangan di Bireuen, malam itu 4 kampung juga gak tau entah ke mana. Jadi Aceh sekarang seperti tsunami kedua,” ujar Mualem dengan suara bergetar saat Apel Tim Recovery Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda.

Baca Juga: Ironi Smart TV Bantuan Prabowo Untuk SDI Compang Ngeles Terhambat Internet dan Infrastruktur

Menurut Mualem, banjir bandang dan longsor telah menghilangkan sekitar empat kampung dalam semalam, merusak permukiman, dan memutus akses ke berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan cepat dan tanpa jeda, dengan prioritas utama membuka kembali akses darat agar logistik bisa mencapai desa-desa terisolasi.

“Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,” katanya.

Sejumlah wilayah seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang mulai menerima bantuan, meski jumlahnya masih terbatas karena jalan darat banyak yang terputus. Pemerintah kini mempercepat pembangunan jembatan Bailey di jalur Bireuen–Aceh Utara, yang ditargetkan selesai dalam tiga hari.

“Konektivitas Bireuen-Aceh Utara sudah mendapatkan solusi. Pembangunan jembatan Bailey hari ini sudah mulai dikerjakan,” kata Sekda Aceh M. Nasir.

Baca Juga: Prabowo Turun Langsung Temui Korban Banjir Sumut Disambut Isak Tangis Pengungsi

Di tengah sulitnya akses, Mualem menyalurkan 10 ton beras dan logistik lain melalui kombinasi jalur udara dan darat. Pesawat khusus digunakan untuk membawa bantuan dari Banda Aceh ke Aceh Utara, sebelum diserahkan langsung di berbagai titik pengungsian seperti Alue Gunto, Geumata, Meunasah Reudeup, Keude Sampoiniet, dan Panton Labu.

Hingga kini, sejumlah ruas jalan nasional masih terendam, termasuk di Cot Mane, Kecamatan Baktiya, dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter. Jalur darat hanya bisa dilalui secara lancar hingga wilayah Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen. Untuk daerah lain, penyaluran bantuan dilakukan melalui darat, laut, dan udara.

BNPB melaporkan 96 jiwa meninggal dunia akibat banjir dan longsor Aceh per Senin (1/12). Pemerintah Aceh memastikan bantuan terus didorong ke seluruh wilayah terdampak hingga kondisi kembali stabil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X