Warga Terdampak Banjir di Jember Geram: "Pengembang Hanya Janji, Nyata di Lapangan Tak Ada!"

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Minggu, 22 Februari 2026 | 01:00 WIB
Warga Terdampak Banjir di Jember Geram: "Pengembang Hanya Janji, Nyata di Lapangan Tak Ada!"
Warga Terdampak Banjir di Jember Geram: "Pengembang Hanya Janji, Nyata di Lapangan Tak Ada!"

IDENUSANTARA.COM - Puluhan warga Perumahan Villa Indah Tegalbesar, Kabupaten Jember, mengungkapkan kekecewaan tajam terhadap sikap pengembang perumahan yang dinilai setengah hati dalam menangani persoalan banjir yang berulang di lingkungan mereka.

Banjir besar pada Desember 2025 telah menerjang perumahan tersebut dan sekitar 71 keluarga menderita kerugian materiil serta trauma. Meskipun banjir berikutnya kembali terjadi pada Februari 2026, tindakan nyata dari pihak pengembang belum terlihat hingga kini.

"Sampai saat ini komunikasi yang kami dapat dari pengembang cuma kata-kata bagus, janji tanpa realisasi. Mereka cuma bilang waspada tanpa solusi konkret di lapangan," ujar Udin, salah satu perwakilan warga yang terdampak.

Baca Juga: Osasuna vs Real Madrid: Ujian Berat di El Sadar, Los Blancos Incar Poin Penuh

Relokasi Tak Kunjung Jelas

Perdebatan utama dalam sejumlah pertemuan antara warga, Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Jember, serta pengembang adalah rencana relokasi warga yang tinggal di sempadan sungai, wilayah yang kerap luput dari perencanaan mitigasi bencana.

Namun, menurut warga, sikap pengembang terkesan mengulur waktu. 

"Pengembang bilang baru akan mengusulkan relokasi jika ada penetapan batas sempadan sungai oleh pemerintah. Padahal kami sudah sering terendam," kata seorang warga lainnya.

Harapan Hukum Menguat

Dengan sikap pengembang yang dinilai belum memadai, warga kini mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum. Mereka tengah mencari tim kuasa hukum guna menilai apakah ada dasar kuat untuk menggugat pengembang secara perdata atau pidana.

Kekecewaan publik makin memuncak karena persoalan banjir ini bukan saja merusak harta benda, tetapi juga mencerminkan masalah serius dalam perencanaan tata ruang dan mitigasi bencana di kawasan permukiman yang terus berkembang. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X