Idenusantara.com-Ketua Kordinator Wilayah Flores-Lembata-Alor, Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNus), siap hadir mengikuti kegiatan Pra-Temu Nasional BEM Nusantara yang akan diselenggarakan di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Presiden Mahasiswa seindonesia yang tergabung dalam BEM Nusantara dengan tujuan untuk terselenggaranya pra temu akhir periode masa bakti kepemimpinan.
Alfaro Remba selaku Kordinator Wilayah tersebut menyampaikan, latar belakang kegiatan ini menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Gerakan Mahasiswa ada di Indonesia sejak 1908 dan melebar hingga Era Reformasi. Setelah Era Reformasi, Gerakan Mahasiswa masih terus berlanjut. Tahun 2005, ratusan perguran tinggi baik negeri maupun swasta, Mendirikan sebuah Aliansi Badan eksekutif Mahasiswa ( BEM ) bernama Aliansi BEM Nusantara.
Baca Juga: Gereja Yang Layak, Kerinduan Umat Stasi Munda di Pedalaman Manggarai Timur
Kata Alfaro, Aliansi ini berdiri dengan Motto Menasionalkan issue Daerahdan Mendaerahkan issue Nasional. BEM Nusantara aktif melakukan berbagai kajian di kampus-kampus Bersama element masyarakat dan menyuarakan kritik atas kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat dengan berbagai aksi demonstrasi.
"Beberapa Aksi Demonstrasi besar yang juga di gawangi oleh Aliansi BEM Nusantara di antaranya pada tahun 2008 di istana negara dengan tuntutan. Mendesak Pemerintah agar Menasionalisasi Aset strategis bangsa, mewujudkan Pendidikan yang Merata, Menuntaskan Kasus Korupsi Hingga issue lingkungan" lanjutnya.
Baca Juga: Melki Laka Lena Jadikan Sektor Pertanian Prime Mover Ekonomi, Menteri Pertanian Beri Dukungan Penuh
Lanjut Alfaro, pada tahun 2014, Aliansi BEM Nusantara juga ikut menggawangi Aksi Evaluasi 100 Hari Kerja Pemerintahan Jokowi-JK, tak berhenti sampai di situ, sejarah juga mencatat dalam momentum Aksi Demonstrasi besarbesaran bertajuk “reformasi di korupsi” yang berlangsung kurang lebih satu minggu di berbagai kota besar di Indonesia juga tidak luput dari peran Aliansi BEM Nusantara.
"Sampai kepada Gerakan tolak Omnibus Law (UU Cipta Kerja) yang di nilai dapat berdampak pada segala aspek, mulai dari lingkungan hingga mengabaikan kesejahteraan buruh dan masih banyak lagi Gerakan-Gerakan mahasiswa sebagai bagian dari control kebijakan pemerintah yang di inisiasi dandi gawangi oleh Aliansi BEM Nusantara" Sambungnya.
Baca Juga: Gubernur Terpilih Sebut Jumlah Dana Kepsek yang Diperas Oknum Wartawan dan LSM Capai Rp 500 Juta
Sambung Alfaro, selain menjadi inisiator Gerakan Mahasiswa yang selalu Menyampaikan kritik keras yang konstruktif kepada pemerintah atas kebijakan yang tidak pro rakyat. Aliansi BEM Nusantara juga sangat membuka diri terhadap Gerakan-gerakan kolaborasi, mulai dari kolaborasi Bersama kementrian/Lembaga/ TNI/Polri dan Pihak Swasta lainnya asalkan semua itu untuk kemaslahatan Rakyat.
Alfaro juga menyampaikan, dalam berbagai Musibah Bencana Alam di berbagai daerah, Aliansi BEM Nusantara Melalui Koordinator Daerah (Koorda), Selalu Menghimpun kekuatan kampus-kampus untuk menggalang dana maupun ikut membantu proses recovery daerahterdampak bencana.
Baca Juga: Diduga Indikasi Korupsi Pengerjaan Jalan Ndona-Aikipa, Berharap APH Bisa Turun Tangan
"Begitupun saat Dunia di landa musibah covid-19, Aliansi BEM Nusantara turut Menjadi Garda terdepan dalam percepatan pemulihankondisi sosial dan ekonomi Indonesia saat Covid-19 berlangsung. Aliansi BEM Nusantara bekerjasama denga Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 DPR RI dan Juga TNI Polri untuk menjadi relawan, Membantu Aktivitas di Rumah sakit covid, Melakukan Sosialsisasi PHBS di lingkungan sekitar, hingga Melakukan kegiatanVaksinasi Covid-19 di Hampir 300 titik di Indonesia" Tutur Alfaro.
Alfaro juga Mengatakan, Aliansi BEM Nusantara juga ijin terlibat aktif dalam kajian Bersama beberapa kementrian, terkhusus berkaitandengan issue Pendidikan, Kesehatan dan Pembangunan Sumber daya Manusia. Karena Aliansi BEM Nusantara paham betul apa yang menjadi tugas utamakelompok Gerakan mahasiswa, selain sebagai garda terdepan dalam mengkritik pemerintah atas kebijakan yang tidak pro rakyat, Aliansi BEM Nusantara juga harus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi utamanya Pengabdian kepada Masyarakat.