Idenusantara.com - Organisasi yang menaungi sepak bola Indonesia, dalam hal ini Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan menggelar kongres tahunan yang rencananya akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 04 Juni 2025.
Kongres tahunan PSSI tersebut, sepertinya akan bermepetan dengan jadwal laga lanjutan putaran 3 (tiga) kualifikasi piala dunia antara timnas Indonesia kontra China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Kamis (5/6) malam.
Baca Juga: PSSI Kaji Usulan Suporter Hadiri Laga Away Liga 1
Diketahui, peserta yang hadir dalam kegiatan kongres PSSI 2025 tersebut sebanyak 87 peserta, yang terdiri dari perwakilan Asprov PSSI, klub Liga 1, Liga 2, Liga 3, dan asosiasi terkait.
Selain itu, perwakilan dari berbagai stakeholder akan menghadiri kongres tersebut ini guna memberikan partisipasi dan dukungan penuh terhadap keputusan yang diambil pada saat kongres.
Tujuan dari pelaksanaan Kongres ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi organisasi PSSI dan menyatukan seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional.
Adapun agenda penting yang akan dibahas dalam kongres PSSI tersebut, salah satunya adalah terkait posisi Ketua Umum PSSI. Saat ini, masa jabatan Ketua Umum dibatasi dua periode, namun ada wacana untuk memperpanjangnya menjadi tiga periode.
Jika mengacu pada Statuta PSSI 2019 dalam Bab V Komite Eksekutif Pasal 38 Ayat 3 menyebut bahwa maksimal jabatan Ketua Umum adalah tiga periode.
Baca Juga: Asprov PSSI NTT Apresiasi Kesiapan Pemkab Ende Sebagai Tuan Rumah Soeratin Cup U-17
Namun, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk tetap membatasi masa jabatan.
Erick juga menekankan pentingnya prinsip demokrasi dan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi sepak bola nasional.
"Peraturan daripada FIFA itu menyatakan pengangkatan daripada kepengurusan itu maksimal tiga kali. Sudah ada. Jadi, tidak ada yang diubah-ubah," kata Erick di Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Erick Thohir pun memastikan akan tetap menjaga alam demokrasi dan harus ada batasan.
"Jangan sampai PSSI ini ketua umumnya itu-itu saja. Harus ada batasan," imbuhnya.