Idenusantara.com - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Halal Bihalal Bersama Purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) dan Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 1446 H/2025 M yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (06/05/2025).
Baca Juga: Bantu Anak Kurang Mampu, Prabowo Janjikan Bangun Sekolah Asrama Minimal 100 Pertahun
Tampak hadir dalam acara tersebut, antara lain, Wakil Presiden Ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Wakil Ketua BPK RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Budi Prijono, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi beserta sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, serta para purnawirawan TNI AD dan keluarga besar TNI-Polri.
Presiden Prabowo saat membuka pidatonya, menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada para purnawirawan dan seluruh undangan yang hadir pada acara Halal Bihalal Bersama Purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) dan Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 1446 H/2025 M.
“Semoga kita menghadapi tahun yang akan datang, kita diberi perlindungan, diberi petunjuk, sehingga kita bisa menjalankan tugas kita masing-masing dalam keadaan yang baik, dan selalu di atas jalan yang lurus, jalan yang benar, jalan yang diridai oleh Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Kuasa bagi umat Islam, Allah Swt.,” ucap Presiden.
Baca Juga: Terbuka Untuk Umum, Seleksi Calon Anggota Komisi Yudisial Periode Jabatan 2025-2030 Telah Dibuka
Presiden Prabowo juga mengingatkan akan pentingnya membangun bangsa secara bertahap dan kolektif. Aspek penting lainnya yakni dengan menghargai kontribusi para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan nasional.
“Enggak mungkin kita membangun dalam lima tahun, dalam sepuluh tahun. Tidak ada negara yang dibangun dalam sepuluh tahun, tapi apa yang dilahirkan oleh Presiden-Presiden kita, dan tidak hanya Presiden. Membangun bangsa itu tidak hanya satu, dua orang," katanya.
Untuk itu, Prabowo mengajak seluruh purnawirawan untuk terus menjaga semangat perjuangan ini dan mendorong para purnawirawan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara sesuai kapasitas masing-masing.
“Kita sebagai punawirawan dari segi kedinasan benar kita sudah menyerahkan kepada generasi selanjutnya. Tapi sebagai patriot, sebagai warga negara, kalau kita masih punya kemampuan, kalau kita masih punya semangat, kalau kita masih punya sesuatu yang bisa kita sumbangkan kepada negara dan bangsa, ya kita harus menyumbang apa yang kita bisa sumbangkan,” ucap Presiden
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa jiwa seorang prajurit sejati sepenuhnya dipersembahkan untuk negara, bangsa, dan rakyat.
"Hari-hari pertama kita di tentara, kita diajarkan bahwa begitu kita menjadi prajurit, hidup kita, jiwa kita, sesungguhnya sudah bukan milik kita sendiri lagi, bukan milik keluarga kita lagi. Jiwa dan raga kita, kita sudah persembahkan kepada negara, bangsa, dan rakyat kita. Itu pelajaran yang melekat di hati saya sebagai prajurit muda," ujar Presiden Prabowo.
Baca Juga: Panduan Lengkap Untuk Menguatkan Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih
Dalam mengenang masa pengabdiannya sebagai prajurit, Prabowo mengaku beruntung sempat merasakan langsung semangat juang dan keteladanan generasi yang memimpin perebutan kemerdekaan tersebut.