nasional

Kemitraan Budaya Indonesia-Prancis Melalui Kunjungan Bersejarah di Candi Borobudur

Sabtu, 31 Mei 2025 | 17:54 WIB
Kemitraan Budaya Indonesia-Prancis Melalui Kunjungan Bersejarah di Candi Borobudur

Idenusantara.com - Dalam momentum bersejarah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Brigitte Macron mengunjungi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kunjungan ini menjadi tonggak penting peluncuran kemitraan strategis di bidang kebudayaan antara kedua negara sahabat.

Presiden Emmanuel Macron mengungkapkan rasa bangganya atas kerja sama yang kini semakin erat antara Indonesia dan Prancis. “Ini adalah kesempatan luar biasa untuk mempererat hubungan budaya kita. Kemitraan ini dibangun atas dasar saling menghormati dan keuntungan bersama,” ujar Presiden Macron dalam sambutannya di hadapan para menteri budaya dan pelaku seni kedua negara.

Baca Juga: Borobudur Jadi Panggung Diplomasi Budaya: Prabowo dan Macron Tegaskan Komitmen Jalin Hubungan Humanis

Kemitraan budaya ini mengusung dua pilar utama. Pertama, fokus pada pelestarian warisan dunia dan pengelolaan museum. Indonesia yang kaya akan situs warisan budaya dunia mendapatkan dukungan penuh dari Prancis, terutama melalui kolaborasi antara Indonesian Heritage Agency dan Centro de Monuments Nationaux. Program pertukaran pelatihan dan kajian mendalam terhadap situs warisan prioritas akan menjadi fondasi kuat untuk pelestarian budaya Indonesia.

Lebih dari itu, kemitraan antara EVO dan Grand Palais Museum Guimet membuka peluang bagi seniman kontemporer Indonesia dan Prancis untuk saling bertukar karya dan inspirasi dalam berbagai pameran bersama. Ini menjadi langkah strategis dalam memperkaya khazanah budaya kedua negara.

Pilar kedua menitikberatkan pada penguatan industri budaya dan ekonomi kreatif. Presiden Macron menegaskan bahwa industri kreatif merupakan inti dari kehidupan masyarakat modern dan kemitraan ini akan mendukung pengembangan generasi muda kreatif dan inovatif di Indonesia dan Prancis.

Kolaborasi perfilman antara Pusat Sinema Nasional Prancis (CNC) dan sekolah perfilman La Fémis menjadi salah satu contoh nyata kemitraan yang memberi ruang bagi pelatihan, penyebarluasan karya, dan produksi film bersama. Di bidang mode, kemitraan dengan inkubator PINTU dan keterlibatan desainer Indonesia di Paris Fashion Week memperkuat posisi kreator Indonesia di kancah internasional.

Tak hanya itu, kerja sama juga akan diperluas ke sektor gim, desain, gastronomi, dan tata kota berkelanjutan. Presiden Macron memberikan apresiasi tinggi terhadap talenta-talenta Indonesia yang sudah dikenal dunia, seperti di festival film Cannes, industri gastronomi, dan dunia mode.

Penandatanganan perjanjian kemitraan yang dilakukan di Candi Borobudur ini bukan sekadar simbol, tetapi juga wujud nyata komitmen kedua negara untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya serta mendorong inovasi di bidang ekonomi kreatif.

“Kami berharap kemitraan ini akan menjadi model kerja sama yang kuat dan berkelanjutan. Hidup Indonesia, hidup Prancis, dan hidup persahabatan antara kedua negara kita,” tutup Presiden Macron dengan penuh semangat.

Kunjungan dan kemitraan strategis ini membuka babak baru dalam hubungan Indonesia-Prancis, khususnya dalam bidang kebudayaan, yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua bangsa.***

Tags

Terkini