Ruteng, Idenusantara.com – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) periode 2024/2026 menggelar audiensi formal dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) pada Senin (21/7/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Ops Room Kemkomdigi, Jakarta ini bertujuan untuk merancang program sinergi dan kolaborasi.
Ini dilakukan guna mempercepat transformasi digital dan memperluas literasi digital nasional, selaras dengan program "Indonesia Makin Cakap Digital" yang digulirkan pemerintah pusat.
Pertemuan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Arnanto, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Politik, didampingi jajaran BPSDM serta unit Ekosistem Digital Kemkomdigi.
Edukasi Digital Inklusif
Dalam kesempatan tersebut, Yohanes G. Karmon, Presidium Riset dan Teknologi PP PMKRI, menyampaikan tujuan audiensi.
PMKRI, katanya, telah mengambil langkah strategis melalui kebijakan transformasi organisatoris.
Salah satunya adalah Gerakan Nasional Transformasi Digital atau “Teras Literasi PMKRI”. Ini merupakan upaya nyata edukasi kecakapan digital bagi seluruh lapisan masyarakat.
"PP PMKRI telah mengambil langkah strategis melalui kebijakan transformasi organisatoris untuk memastikan organisasi tidak tertinggal zaman, salah satunya melalui Gerakan Nasional Transformasi Digital atau 'Teras Literasi PMKRI' sebagai upaya nyata edukasi kecakapan digital bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Yohanes.
Yohanes juga menyampaikan bahwa target utamanya adalah kelompok-kelompok rentan. Ini mencakup perempuan dan anak, pemuda/mahasiswa, Gen Z, serta masyarakat umum. Terlebih lagi, perhatian khusus diberikan kepada daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
"Target utamanya adalah kelompok-kelompok rentan seperti perempuan dan anak hingga teman-teman pemuda/mahasiswa, gen z serta masyarakat umum terlebih khusus daerah 3T," tambahnya.
Komitmen Bersama untuk Literasi Digital dan Pengembangan AI
Pada kesempatan yang sama, Yohanes juga menyampaikan dukungan penuh PP PMKRI terhadap inisiatif Kemkomdigi.
Dukungan tersebut termasuk kerja-kerja dalam gerakan literasi digital nasional yang menekankan empat pilar utama, yaitu etika digital, keamanan digital, keterampilan digital, dan budaya digital.