Idenusantara.com-Bencana ekologis berupa banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa (16/12/2025) pukul 09.30 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.030 orang meninggal, 205 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.
"Untuk korban jiwa meninggal dunia ini bertambah 14 jiwa, dari 1.016 pada hari Minggu kemarin, saat ini menjadi 1030 jiwa," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam mengutip detik, pada Senin (15/12/2025).
Baca Juga: Material Longsor Tutupi Badan Jalan di Elar-Elar Selatan Arus Lalu Lintas Lumpuh Total
Pencarian korban terus dilakukan di 3 Kabupaten Sumut, 4 Kabupaten Sumbar, dan 6 Kabupaten Aceh. Korban jiwa paling banyak ditemukan hari ini di wilayah Aceh.
"Penambahan 7 jiwa di Aceh, kemudian 6 di Sumatera Utara, dan 1 di Sumatera Barat," ujar Abdul.
Adapun korban hilang saat ini menjadi 206 orang dan jumlah pengungsi menurun dari 624.670 jiwa menjadi 608.940 orang.
"Terbesar masih di Aceh sebanyak 572.862 jiwa," tambahnya.
Dalam situs Pusdatin BNPB juga disampaikan data rumah rusak sebanyak 186.488. Kemudian, sebanyak 52 kabupaten terkena dampak.
Baca Juga: Kejagung Sita Aset Hotel Ayaka Suites, Buntut Korupsi Kasus Sritex
Berikut rincian jumlah korban jiwa dan orang hilang akibat bencana Sumatra berdasarkan wilayah per Selasa (15612/2025) pukul 09.30 WIB:
Aceh:
Meninggal: 431 orang
Hilang: 32 orang.
Sumatera Utara: