nasional

Disorot Soal Kontribusi, Tasya Kamila Buka 'Laporan’' Usai Delapan Tahun Studi di Luar Negeri

Selasa, 24 Februari 2026 | 23:15 WIB
(Disorot Soal Kontribusi, Tasya Kamila Buka 'Laporan’' Usai Delapan Tahun Studi di Luar Negeri)

IDENUSANTARA.COM - Nama Tasya Kamila mendadak ramai diperbincangkan publik setelah isu kontribusi alumni penerima beasiswa negara mencuat di media sosial. Perbincangan itu menyeret para awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), termasuk figur publik yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri dengan dana negara.

Di tengah derasnya sorotan, Tasya memilih angkat bicara. Melalui akun media sosial pribadinya, ia mengunggah sesuatu yang tak biasa: sebuah "laporan kontribusi" yang merinci apa saja yang telah ia lakukan setelah menuntaskan studi dan kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Arief Eka Saputra Bidik UMKM Sekitar GSKBB Tembus Pasar Nasional

Unggahan tersebut sontak memantik respons beragam. Ada yang mengapresiasi keterbukaannya, ada pula yang mempertanyakan mengapa hal itu baru disampaikan sekarang. Namun Tasya menegaskan, publik memang berhak tahu bagaimana dana pendidikan yang bersumber dari negara memberi dampak nyata.

"Menurutku, ini bentuk transparansi. Beasiswa ini dari rakyat, jadi wajar kalau masyarakat ingin tahu kontribusinya," tulisnya.

Tasya diketahui menempuh pendidikan Master of Public Administration bidang Energy and Environmental Policy di Columbia University, Amerika Serikat. Ia menghabiskan waktu studi dan riset di luar negeri sebelum kembali ke Tanah Air untuk menjalani masa bakti sesuai ketentuan LPDP.

Baca Juga: Penyidik Polres Manggarai Segera Proses Laporan Dugaan Penyebaran Konten Asusila dan Pelanggaran Data Pribadi

Dalam pemaparannya, Tasya menyebut dirinya telah menyelesaikan kewajiban masa bakti. Namun, ia menekankan bahwa kontribusi tidak berhenti ketika kewajiban administratif selesai.

"Buatku, masa bakti boleh selesai, tapi pengabdian tidak ada tanggal kedaluwarsanya," tulisnya.

Sejumlah kontribusi yang ia rincikan antara lain keterlibatan dalam kampanye dan edukasi lingkungan hidup, kolaborasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah dalam program sosialisasi kebijakan, hingga penggerakan inisiatif berbasis masyarakat melalui gerakan peduli lingkungan. Ia juga aktif menjadi pembicara di berbagai forum kepemudaan, pendidikan, serta kesehatan keluarga.

Tak hanya itu, Tasya mengaku memanfaatkan platform digitalnya untuk menyuarakan isu-isu keberlanjutan, pengasuhan anak, dan literasi kesehatan. Ia menyebut media sosial sebagai salah satu ruang kontribusi yang relevan di era sekarang.

Baca Juga: Geruduk Polres Manggarai, LSM LPPDM dan Keluarga Almarhumah Restiana Tija Tuntut Jawaban atas Kematian Misterius

Sorotan terhadap kontribusi awardee LPDP sendiri mencuat setelah kasus viral yang melibatkan salah satu penerima beasiswa memancing perdebatan publik. Isu tersebut berkembang menjadi diskursus lebih luas mengenai tanggung jawab moral penerima beasiswa negara.

Dalam konteks itulah, unggahan Tasya dipandang sebagai respons yang mencoba menjawab kegelisahan publik. Ia tidak secara langsung menanggapi polemik yang beredar, tetapi memilih menunjukkan rekam jejaknya.

"Kontribusi itu bisa dalam banyak bentuk. Tidak selalu harus terlihat besar, tapi yang penting konsisten dan berdampak," tulisnya lagi.

Halaman:

Terkini