Pamekasan Jadi Contoh Nasional, Menkop Ferry Juliantono Apresiasi Gerak Cepat Koperasi Merah Putih

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Senin, 23 Februari 2026 | 09:20 WIB
Pamekasan Jadi Contoh Nasional, Menkop Ferry Juliantono Apresiasi Gerak Cepat Koperasi Merah Putih
Pamekasan Jadi Contoh Nasional, Menkop Ferry Juliantono Apresiasi Gerak Cepat Koperasi Merah Putih

IDENUSANTARA.COM - Kunjungan kerja Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, ke Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi penegasan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) Merah Putih tidak sekadar slogan. Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan pengelola koperasi, Ferry secara terbuka mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam merealisasikan pembangunan fisik koperasi tersebut.

Menurut Ferry, Pamekasan termasuk daerah yang progresnya tergolong cepat dalam menuntaskan pembangunan fisik Koperasi Merah Putih. Ia menilai keseriusan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan implementasi program strategis nasional yang dirancang untuk memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi.

"Pamekasan ini termasuk yang progresnya baik. Pembangunan fisiknya berjalan dan sudah banyak yang selesai," ujar Ferry dalam kunjungan kerjanya, Jumat (21/2/2026).

Baca Juga: Cuma Ubah Bagian Depan Rumah, Tampilan Langsung Naik Kelas: Ini 10 Inspirasi Teras Modern!

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk membangun infrastruktur koperasi yang lebih modern dan terintegrasi, mulai dari kantor, gudang penyimpanan, hingga fasilitas pendukung distribusi dan pemasaran produk desa. Secara nasional, pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan fisik koperasi ini rampung pada Juni 2026.

Ferry menegaskan, setelah tahap pembangunan fisik selesai, tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi benar-benar hidup dan produktif. Artinya, koperasi harus segera masuk ke tahap pengembangan usaha, memperkuat manajemen, serta memastikan perputaran ekonomi terjadi di tingkat desa.

"Setelah fisiknya selesai, yang lebih penting adalah bagaimana koperasi ini bisa langsung bergerak, menjalankan usaha, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Viral Protes Toa Masjid oleh WNA di Lombok Utara, Kemenag Tegaskan Aturan Resmi dan Serukan Toleransi

Di Pamekasan sendiri, sejumlah koperasi dilaporkan telah menyelesaikan pembangunan fisik hingga 100 persen. Beberapa lainnya ditargetkan tuntas paling lambat April 2026. Pemerintah daerah pun dinilai cukup sigap dalam melakukan koordinasi lintas perangkat daerah agar program ini tidak berjalan lambat.

Program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi tulang punggung penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan model koperasi yang lebih terstruktur dan dukungan fasilitas memadai, desa diharapkan mampu meningkatkan daya tawar produk lokal, memperpendek rantai distribusi, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Langkah Pamekasan ini dinilai bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan program strategis pemerintah pusat. Jika dikelola dengan profesional dan berorientasi pada kebutuhan anggota, koperasi bukan hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga mesin pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X