nasional

Viral Penggerebekan Rumah Bidan di Pakem Sleman, Terungkap jadi Tempat Penitipan 11 Bayi Tanpa Izin Operasional

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:24 WIB
Penemuan sebuah rumah yang ternyata menjadi tempat penampungan 11 bayi di Wonokerso, Hargobinangun, Sleman. (Foto ilustrasi: Polresta Sleman gerebek rumah di Pakem yang jadi penitipan 11 bayi tanpa izin. (Unsplash/Omar Lopez))

Idenusantara.com - Penemuan sebuah rumah yang ternyata menjadi tempat penampungan 11 bayi di Wonokerso, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta tengah tengah menjadi sorotan.

Polisi bersama dinas terkait menggerebek rumah tersebut setelah mendapat laporan dari warga sekitar yang janggal karena tiba-tiba banyak bayi yang dirawat pemilik rumah.

Pemilik rumah adalah seorang bidan berinisial ORP yang praktik di daerah Gamping, Sleman.

Setelah penggerebekan yang dilakukan pada 8 Mei 2026, terungkap bahwa penitipan di Gamping sudah berjalan selama 5 bulan, sedangkan penitipan di Pakem baru seminggu terakhir.

Baca Juga: Mengenal Cafe Rumah Wunut, Rekomendasi Tempat Ngopi di Kota Borong Manggarai Timur

Awalnya Hanya Mengasuh 1 Bayi

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengungkapkan bahwa bidan ORP awalnya hanya menerima seorang bayi untuk dirawatnya.

Dengan alasan tertentu, bayi tersebut kemudian dititipkan dan diterima oleh bidan sampai akhirnya ada 10 bayi yang dilahirkan di tempat praktiknya.

“Bayi itu dilahirkan di Banyuraden, Gamping dan awalnya adalah hanya satu orang yang melahirkan di sana, kemudian ibunya (orang tua bayi) yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut untuk dirawat,” ungkap Wiwit kepada awak media pada Senin, 11 Mei 2026.

“Mungkin karena kemanusiaan dan alasan tertentu dari yang menitipkan itu bisa diterima oleh bidan itu. Tapi berkembang dari hal itu sampai ke 10 yang lain ini melahirkan di sana dan menitipkannya,” lanjutnya.

Baca Juga: Tak Lagi Sekadar Seremonial, Pemkab Manggarai Bentuk Tim Khusus Pantau Pajak ASN

Polisi: Status Orang Tua Belum Menikah

Lebih lanjut, Wiwit menjelaskan ada beberapa alasan di balik menitipkan bayi-bayi tersebut, seperti karena pekerjaan atau mereka yang masih mahasiswa.

“Status orang tua saat ini, ya kita prihatin juga terhadap kondisi-kondisi yang ada di Jogja ini. Orang tuanya itu belum status menikah atau belum status kawin,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini