“Sehingga untuk bayi ini mayoritas memang di luar pernikahan,” imbuhnya.
Baca Juga: Cari Laptop Kuliah Murah? Ini 5 Rekomendasi Laptop 2026 yang Wajib Dilirik
Bayar Penitipan Rp50.000 per Hari
Adapun biaya penitipan, Wiwit mengungkapkan bahwa orang tua bayi membayar Rp50 ribu per harinya.
“Ini membayar, jadi membayar satu harinya Rp50 ribu per anak. Kita belum tahu nih apakah dengan Rp50 ribu ini mencukupi atau tidak,” sambungnya.
Tak Ada Izin Penitipan Bayi
Mengenai izin penitipan bayi, Polisi memastikan bahwa pihak bidan ORP tidak berizin.
“Praktik kebidanannya ada izinnya, tapi untuk semacam penitipannya ini belum ada,” terang Wiwit.
“Karena seperti yang saya jelaskan tadi, mungkin (berawal) dari kemanusiaan satu orang. Namun karena getok tular atau apa, sehingga sepuluh yang lain mengikuti,” sambungnya.
Baca Juga: Polisi Bersama Warga Perbaiki Jalan di Kampung Lenteng
Sementara itu, kondisi 11 bayi tersebut di antaranya membutuhkan penangan medis, sehingga ada 3 bayi yang dirawat di RSUD Sleman.
“11 bayi ini dievakuasi oleh Dinas Sosial. Tiga bayi kita rawat di RSUD (Sleman). Kemarin dua bayi diambil orang tuanya. Saat ini masih enam bayi yang dirawat di Dinas Sosial,” tuturnya.
Polisi juga turut memeriksa bidan ORP, pengasuh berinisial K (ibu dari bidan ORP), S (ayah dari bidan ORP), satu orang pembantu dan enam orang ibu kandung bayi-bayi tersebut.
Penyelidikan dan pendalaman masih terus dilakukan untuk mengetahui apakah ada pelanggaran lain dari praktik penitipan itu.***