nasional

Kronologi Kecelakaan Mobil MBG yang Tabrak Lapak Pedagang Tahu Krispi di Bekasi, Sopir Diduga Banting Setir karena Kaget

Rabu, 13 Mei 2026 | 15:56 WIB
Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus kecelakaan yang diduga melibatkan mobil operasional program MBG. (Menyoroti insiden kecelakaan yang diduga melibatkan mobil MBG menabrak lapak UMKM di kawasan Bekasi Timur. (Instagram.com/@bekasi.terkini))

Idenusantara.com - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus kecelakaan yang diduga melibatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dalam unggahan Instagram @bekasi.terkini, pada Rabu, 13 Mei 2026, lapak UMKM terlihat porak-poranda usai terhantam mobil MBG itu.

"Seorang pedagang tahu krispi menjadi korban kecelakaan mobil MBG di Bekasi Timur," tulis postingan tersebut.

Baca Juga: Promedia Group Gandeng TikTok Indonesia, Berikan Panduan Community Guidelines untuk News Publisher di Era Media Sosial

Atas insiden itu, seorang pedagang bernama Sanoeri (41) kini dikabarkan meninggal dunia usai sempat dirawat di rumah sakit (RS) akibat tertabrak mobil MBG tersebut.

Korban diketahui merupakan seorang pedagang tahu krispi dan otak-otak yang sehari-hari mencari nafkah di lokasi kejadian.

Pria yang akrab disapa Owi itu menghembuskan napas terakhir di RS Siloam Sentosa Bekasi Timur, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Kepergian Sanoeri menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan meninggalkan seorang istri dan 1 anak yang masih berusia balita.

Baca Juga: Bank NTT Sumbang Pembangunan Pastoran Paroki Cancar

Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi insiden kecelakaan yang menimpa seorang pedagang di kawasan jalan Bekasi Timur tersebut? Berikut ulasannya.

Korban Sempat Alami Koma di RS

Secara terpisah, Kakak korban, Sunendar (51) sebelumnya mengungkapkan bahwa adiknya tidak sadarkan diri sejak dilarikan ke rumah sakit.

"Korban masih belum sadar. Tadi dokter sudah bicara sama saya, kondisinya koma. Saya cuma minta doanya saja," ujar Sunendar di RS Siloam Sentosa, Bekasi Timur, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Sunendar menilai, tim medis telah berupaya maksimal menangani kondisi korban.

Halaman:

Tags

Terkini