Sang kakak korban menyebut, adiknya mendapatkan luka berat akibat hantaman keras pada bagian kepala.
"Luka paling parah di bagian kepala. Katanya sudah ditangani semua, tinggal menunggu perkembangan kondisi korban," ungkap Sunendar.
Setelah mendapatkan perawatan, nyawa Sanoeri akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia pada hari yang sama, sekitar pukul 14.25 WIB.
Hantaman Keras Mobil MBG
Dalam insiden itu, mobil MBG berpelat B 9007 TXZ melaju di Jalan Pulau Kalimantan Raya dari arah Jalan Nusantara menuju Duren Jaya.
Saksi mata, Rudi menuturkan, mobil melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menabrak sejumlah lapak pedagang UMKM di pinggir jalan.
Baca Juga: Tak Lagi Sekadar Seremonial, Pemkab Manggarai Bentuk Tim Khusus Pantau Pajak ASN
"Mobil kenceng banget dari arah sana. Saya lihat dari tengah parkiran, lajunya memang sangat cepat," kata Rudi di lokasi kejadian, Bekasi Timur, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Diketahui, mobil pertama kali menghantam lapak milik Sanoeri yang menjual tahu krispi dan otak-otak.
Setelah itu, kendaraan kembali menabrak lapak ayam goreng milik seorang pedagang perempuan berinisial NA (33).
Sopir Diduga Banting Setir karena Kaget
Dalam kesempatan berbeda, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terkait peristiwa ini.
Baca Juga: Cari Laptop Kuliah Murah? Ini 5 Rekomendasi Laptop 2026 yang Wajib Dilirik
Ojo menyebut, sopir mobil berinisial WS (57) mengaku kaget saat melihat ada pengendara motor yang melintas mendadak.