IDENUSANTARA.COM - Guna Meningkatkan Produktivitas Pertanian Berkelanjutan, Kelompok Tani Neotnana Fatukoa terus mendorong petani milenial untuk secara mandiri dan Produktif.
Bentuk dorongan tersebut sebagai penentu kemajuan pertanian masa depan melalui inovasi dan pemanfaatan melalui petani milenial yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Salah satu kelompok tani di kota Kupang (Kelompok Tani Noetnana) di Kelurahan Fatukoa terus berkomitmen untuk memproduksi hasil peratnian dan terus berbenah untuk lebih mandiri sesuai bimbingan dan pelatihan dari PPL Dinas Pertanian Kota Kupang.
Komitmen kelompok tani Noetnana Fatukoa itu diwujudkan melalui pemanfaatkan semua alat pertanian, pemupukan dan pembimbitan yang dibantu oleh pemerintah kota Kupang yang disalurkan melalui Dinas pertanian kota Kupang demi pemenuhan dan ketahanan pangan di kota Kupang tetap terjaga. Hal itu disampaikan ketua kelompok tani Neotnana Fatukoa, Daniel Aluman
Selama ini Kelompok Tani Neotnana Fatukoa terus berbenah diri untuk lebih maju dan mandiri berkat bimbingan dan pelatihan serta penyuluhan yang diberikan petugas PPL Dinas Pertanian Kota Kupang
Ketua kelompok tani menjelakan, bahwa Kelompok Tani Neotnana Fatukoa di bentuk pada tanggal 7 oktober 2010, yang diketuai oleh dirinya dan beranggotakan + 17 orang petani kelompok Tani Neotnana ini dibentuk sebagai bentuk kerja sama dan komunikasi antara sesama anggota dan menjadi salah satu kelembagaan pertanian yang berperan penting dan sebagai ujung tombak dalam pembangunan pertanian di Kota Kupang.
Terkait dengan ketersedian pupuk, Daniel menuturkan bahwa kebutuhan akan pupuk bersubsidi selama ini dapat terpenuhi berdasarkan Rencana Difinitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK)
Kebutuhan akan pupuk bersubsidi selama ini, pemerintah telah bekerja sama dengan pihak BRI dan telah membagikan Kartu Tani sehingga kartu tani tersebut digunakan oleh petani untuk menabung serta dikemudian hari petani dapat membeli pupuk sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri guna produktifitasnya pertanian di kota Kupang.
Dikesempatan tersebut, selaku ketua Kelompok Tani Neotnana, berharap bantuan berupa bibit pertanian dari Dinas Pertanian Kota Kupang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan yang dibutuhkan petani. Sebagai contoh untuk petani musiman (Petani yang bercocok tanam saat musim penghujan) lebih cocok diberikan bantuan berupa bibit jagung dan padi,
Ketua kelompok tani juga menegaskan bahwa Kelompok Tani Neotnana Fatukoa, akan terus bekerja keras untuk meningkatkan produktifitas pertanian serta miningkatkan program Petani Milenial bercita-cita mendorong regenerasi tenaga kerja muda di sektor pertanian yang memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas sehingga menjadikan wajah pertanian menjadi lebih segar dan atraktif untuk bisa berkelanjutan
Hasil Koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang An. Obet Kadja menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan berupa alat pertanian, bibit pertanian, dan hewan ternak akan menjadi prioritas utama dari Dinas Pertanian Kota Kupang untuk dibagikan kepada Kelompok Tani yang berada di Kota Kupang.
Kadis Pertanian Kota Kupang menegaskan bahwa pihaknya akan mengevaluasi kembali sesuai dengan mekanisme yang ada sehingga tidak muncul salah presepsi oleh para petani Kota Kupang, serta peranan petugas PPL harus lebih dimaksimalkan untuk menyikapi keluhan masyarakat maupun Kelompok Tani Neotnana, sehingga masyarakat petani tidak merasa kebutuhan akan pupuk sangat terbatas atau pupuk yang diberikan tidak sesuai dengan lahan pertanian yang dimiliki.