IDENUSANTARA.COM - Berawal dari lupanya sebuah handphone milik Richar Tiodore di salah satu kios seorang bapak di NTT akhirnya menjadi polemik di berbagai lini masa medi sosial masyarakat NTT bahkan nasional.
Baca Juga: Kampus di Kupang Ini Bebaskan Uang Pembangunan dan Potong 50% UKT bagi Maba 2023
Richard Tiodore merupakan Tiktokers yang dengan sengaja bahka tak sengaja mengunggah tes kejujuran dan mengatakan masyarakat NTT tidak jujur.
Akibat penggalan video di tiktoknyanitu beredar luas dan mendapatkan berbagai kecaman dan ancaman, karena masyarakat NTT marah atas ucapannya yang tidak etis.
Kecaman dan amarah itu disampaikan juga oleh Marion Jholan, Abdul bahkan Arie Kriting Yanga merasa kecewa dengan Richard.
Marion Jholan dengan dialek Kupang kelihatan merasa kesal atas ucapan yang tak pantas disampaikan oleh Tiktokers tersebut.
Abdul juga sama dengan dialektika Kupang menyampaikan ketidaksukaan anggapan yang disampaikanoleh Richard.
Arie Kriting ikut merasa kecewa bahkan marah dengan menyebutkan kalau Richard itu tak lantas jadi Tiktokers, karena kalimat yang sangat manusiawi disampaikan kepada masyarakat NTT.
Akibat ulahnya itu, Richard Tiodore dikabarkan telah meminta maaf, bahkan mengirimkan video bukti minta maafnya secaraa gsung kepada seorang bapak yang menerima langsung tes kejujuran darinya.
Walau demikian, masih banyak masyarakat NTT dan netisen belum menerima permintaan maaf Richar Tiodore.